LPM UIN RIL Perkuat Kompetensi Dosen Susun Instrumen Penilaian Berbasis OBE

2026-05-04T14:41:21.000Z

Penulis:Eva Pardiana

LPM UIN RIL Perkuat Kompetensi Dosen Susun Instrumen Penilaian Berbasis OBE.jpg
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN RIL menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE). Workshop dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., Senin (4/5/2026).

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan kampus.

Workshop dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., Senin (4/5/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Andi menegaskan bahwa pelaksanaan workshop merupakan kebutuhan yang mendesak seiring komitmen universitas mendorong program studi meraih akreditasi internasional.

"Workshop ini memang keharusan yang mendesak, karena kita harus sinergi dengan Rektor. Rektor ingin prodi-prodi di UIN Raden Intan Lampung sudah memiliki akreditasi internasional," ujarnya.

Menurutnya, implementasi kurikulum OBE di UIN Raden Intan Lampung masih memerlukan penguatan agar dapat diterapkan secara optimal. Karena itu, pemahaman terhadap substansi kurikulum menjadi hal yang sangat penting.

"Yang penting kita memahami kontennya. Dengan adanya workshop ini, kita harapkan pemahaman itu semakin kuat," katanya.

Prof. Andi menjelaskan, terdapat dua aspek utama yang menjadi kekuatan program studi, yakni kurikulum dan akreditasi. Oleh sebab itu, percepatan pengembangan institusi sangat bergantung pada kualitas pengelolaan program studi.

Ia berharap peserta tidak hanya memahami konsep OBE secara teoritis, tetapi juga mampu menyusun blueprint atau kisi-kisi asesmen, merancang instrumen penilaian, serta mengembangkan rubrik penilaian yang terukur, transparan, dan aplikatif.

Workshop diikuti 49 ketua program studi jenjang sarjana, magister, dan doktor, sembilan Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta sejumlah unsur pendukung dari Lembaga Penjaminan Mutu.

Ketua LPM UIN Raden Intan Lampung, Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan ketua program studi dan GPM menjadi peserta utama karena berperan langsung dalam implementasi kurikulum OBE yang mulai dikembangkan sejak 2023.

Menurutnya, penyusunan dokumen penilaian berbasis OBE perlu diselesaikan secara menyeluruh sebelum diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Akademik UIN Raden Intan Lampung (Siaril).

"Jadi kita sambil belajar. Mohon bimbingan dari narasumber, terutama untuk penyusunan dokumen penilaian. Kalau ini sudah settle, nanti akan dimasukkan ke sistem akademik kita, Siaril. Kita pastikan dulu penyusunan instrumen kita. Kalau sudah oke, baru dimasukkan ke Siaril," jelasnya.

Bambang menegaskan bahwa pengelolaan kurikulum merupakan tanggung jawab utama program studi dengan dukungan LPM. Karena itu, setiap ketua program studi diharapkan mampu menyiapkan seluruh dokumen kurikulum dan penilaian secara optimal.

"Berikan yang terbaik. Sehingga saat audit ISO eksternal, atau bahkan akreditasi, dokumen kita sudah siap. Itu harapan kita semua. Persiapkan sebaik-baiknya," ujarnya.

Melalui workshop ini, LPM berharap para ketua program studi dan GPM memperoleh pemahaman komprehensif mengenai penyusunan instrumen penilaian berbasis OBE yang selanjutnya dapat diterapkan dan disebarluaskan di masing-masing program studi. Hasil kegiatan juga akan dievaluasi sebagai bahan penyempurnaan implementasi kurikulum OBE di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.

Workshop berlangsung selama empat hari, 4–7 Mei 2026, dan dibagi dalam dua angkatan. Dua hari pertama dilaksanakan secara luring di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, sedangkan dua hari berikutnya berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.

Narasumber workshop berasal dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, yakni Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Dr. H. Rohmad, M.Pd., dan Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Muhammad Nurhalim, M.Pd.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang meliputi pre-test, landasan konseptual Outcome Based Education di perguruan tinggi, penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK dan indikator, penyusunan blueprint asesmen, pengembangan soal pilihan ganda berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), asesmen kinerja (performance assessment), penyusunan portofolio dan proyek, self-assessment, peer assessment, penyusunan rubrik penilaian berbasis outcome, post-test, evaluasi kegiatan, hingga presentasi portofolio hasil workshop. (ril)