Inflasi Gabungan Dua Kota di Lampung Capai 5 Persen

2023-05-03T09:36:03.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Kepala BPS Provinsi Lampung Atas Parlindungan Lubis
Kepala BPS Provinsi Lampung Atas Parlindungan Lubis

BANDARLAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data inflasi gabungan year on year (yoy) dari dua kota di Provinsi Lampung, yakni Kota Bandar Lampung dan Kota Metro.

Kepala BPS Provinsi Lampung Atas Parlindungan Lubis, memaparkan inflasi gabungan dua kota di Lampung pada April 2023 sebesar 5,00 persen (yoy).

"Terjadi inflasi years on years dua kota di Lampung pada April sebesar 5,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,19," ujar Atas pada Selasa, 2 Mei 2023.

Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 5,15 persen (yoy) dengan IHK sebesar 116,19. Sementara Kota Metro mengalami inflasi di angka 3,89 persen (yoy) dengan IHK sebesar 116,25.

Jika dilihat secara month to month (mtm), pada April 2023 tercatat inflasi sebesar 0,30 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) April 2023 sebesar 1,32 persen.

Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks (inflasi) kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau 5,18 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 4,70 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga 1,57 persen, dan lainnya.

"Dilanjutkan dengan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 4,03 persen, kelompok pendidikan 9,23  persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman arau restoran 2,94 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,34 persen," paparnya.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,19 persen.

"Sedangkan komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada April 2023, antara lain bensin, rokok kretek filter, beras, sekolah menengah atas, angkutan udara, angkutan dalam kota dan telur ayam ras," paparnya.

Sementara itu untuk kelompok transportasi yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada April mengalami inflasi yoy sebesar 11,93 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,69 pada April 2022 menjadi 122,77 pada April 2023.

Dari empat sub kelompok pada kelompok ini, semua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu sub kelompok jasa angkutan penumpang 21,22 persen, sub kelompok pengoprasian peralatan transportasi pribadi 15,13 persen, sub kelompok jasa pengiriman barang 5,28 persen dan sub kelompok pembelian kendaraan sebesar 2,06 persen.

"Secara keseluruhan kelompok ini pada April memberikan andil dalam pembentukan inflasi yoy sebesar 1,59 persen. Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin, angkutan udara, angkutan dalam kota, solar dan angkutan antar kota," tutupnya. (*)