Penulis:Chairil Anwar

Kabarsiger.com, Bandar Lampung -- Festival Edukasi Bank Indonesia (FesKaBI) digelar di Universitas Lampung, Selasa (29/10/2019). Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan, salah satu fokus FesKaBI kali ini mendorong milenial Indonesia membangun UMKM berbasis digital.
Menurut Rosmaya, ekonomi digital merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang diyakini mampu menjadi solusi permasalah ekonomi yang dihadapi Indonesia, salah satunya persoalan defisit neraca perdagangan.
UMKM berbasis digital diarahkan memproduksi produk berkualitas ekspor yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor yang selama ini masih lebih rendah dibanding impor.
Pengembangan UMKM berbasis digital ini, lanjut Rosmaya, difokuskan pada generasi milenial, sebab dari sisi demografi, 69% penduduk Indonesia saat ini berusia produktif dan 24% di antaranya atau 63,8 juta merupakan generasi milenial.
“Milenial memiliki karakter haus ilmu pengetahuan, transparan, lugas, dengan aktivitas yang banyak, energi yang bagus, mereka sangat mengikuti perkembangan teknologi, maka pengembangan ekonomi digital ini difokuskan kepda generasi milenial,” ujar Rosmaya.
Dari sistem pembayaran, lanjut Rosmaya, milenial diarahkan untuk melakukan pembayaran secara nontunai menggunakan aplikasi digital. Kretifitas milenial juga diarahkan untuk membangun usaha baru yang yang memanfaatkan financial technologi (fintech).
FesKaBI kali ini juga fokus mengedukasi milenial tentang fungsi dan manfaat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yaitu QR Code terstandar yang dapat digunakan untuk semua jenis transaksi keuangan digital. Rosmaya memastikan per 1 Januari 2020 seluruh transaksi keuangan digital di Indonesia kan 100% menggunakan QRIS.
“Masyarakat semua memiiki aplikasi pembayaran digital, sekarang BI sudah menyempurnakannya dengan tagline Unggul, yaitu universal untuk semua transaksi, untung menggunakan satu aplikasi dan bisa diakses di mana saja, dan langsung dalam satu genggaman, sangat cocok untuk milenial, dan sudah diujicobakan,” ujarnya.
Anggota DPR RI asal Lampung Junaidi Auly yang juga hadir sebagai motivator dalam FesKaBI mengajak mahasiswa untuk berwirausaha demi mencetak pengusaha muda yang unggul dan berjiwa sosial. Menurutnya, perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
"Mahasiswa harus punya keterampilan berwirausaha, dari yang kecil-kecil saja dulu hingga nanti berkembang dan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan punya kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," ujar Junaidi.
Junaidi memaparkan berdasarkan data BPS 2016, jumlah wirausaha di Indonesia meningkat 3,10% yang sebelumnya hanya 1,67%. Tetapi, jumlah ini masih kalah dengan jumlah wirausaha di negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai 6% dari total penduduknya, Singapura 7% dan Thailand 5%.
"Kami mendorong pemerintah untuk terus melahirkan pengusaha muda yang bisa disinergikan dengan perguruan tinggi yang bisa menciptakan SDM yang unggul dalam wirausaha dan meningkatkan daya saing di era global sekarang ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Bang Jun, sapaan akrabnya, berharap wirausaha muda terus menmperbaharui pengetahuan teknologi dan informasi yang terus berkembang agar bisa melakukan inovasi dalam usahanya. Salah satunya QRIS yang diluncurkan BI untuk mempermudah segala transaksi wirusaha.
"Dengan pemanfaatan QRIS yang diprogramkan oleh BI, harapannya wirausaha muda bisa mendorong efisiensi dalam aktifitas bisnisnya sehingga bisa menyokong kemajuan usaha dan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," tutup kandidat Doktor IPDN ini. (*/CH)