Bupati Egi Lantik 12 Pejabat di Bawah Flyover Natar

2026-08-05T17:29:51.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Bupati Egi Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat.jpg
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melantik dan mengambil sumpah 12 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di kawasan Underpass Flyover Kecamatan Natar, Rabu (5/8/2026).

LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melantik dan mengambil sumpah 12 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di kawasan Underpass Flyover Kecamatan Natar, Rabu (5/8/2026).

Berbeda dari pelantikan yang biasanya digelar di aula pemerintahan atau gedung berpendingin udara, kali ini Bupati Egi memilih ruang terbuka di kawasan Pasar Natar.

Di tengah aktivitas pedagang buah, penjual makanan, serta arus kendaraan yang terus melintas, pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) berlangsung.

Bupati Egi mengatakan pemilihan lokasi pelantikan bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda atau seremonial semata. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap jabatan yang diemban harus berangkat dari realitas kehidupan masyarakat.

"Tentu ini bukan hanya sebuah seremonial. Saya tidak ingin ini hanya menjadi sebuah apresiasi atau penghargaan, tetapi melahirkan tanggung jawab, melahirkan kewajiban bagaimana kondisi riil di tengah-tengah masyarakat," ujar Egi.

Menurut Egi, seluruh penyelenggara pemerintahan, mulai dari kepala daerah, anggota DPRD hingga pejabat perangkat daerah, memperoleh amanah dari masyarakat dengan harapan mampu menghadirkan perubahan nyata.

Masyarakat, kata dia, menaruh ekspektasi besar terhadap pemerintah, baik untuk memperbaiki kehidupan mereka, lingkungan sekitar, maupun masa depan Kabupaten Lampung Selatan.

"Mereka memiliki ekspektasi tinggi, memiliki harapan tinggi terkait masa depan, memiliki aspirasi yang ingin berubah, baik itu dirinya sendiri, lingkungannya maupun kabupaten ini," kata Egi.

Bupati Egi juga mengajak para pejabat memaknai suasana Pasar Natar secara utuh. Aroma sampah dan aktivitas perdagangan yang dirasakan sebelum pelantikan, menurutnya, merupakan gambaran nyata kondisi yang dihadapi masyarakat setiap hari.

Ia menekankan pemerintah tidak boleh menjaga jarak dengan masyarakat. Pemerintah harus berjalan bersama masyarakat dan memahami kebutuhan, harapan, hingga kemampuan ekonomi mereka sebelum menyusun maupun menjalankan kebijakan.

Egi juga mengingatkan adanya perbedaan kepastian penghasilan antara aparatur sipil negara dan pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan dari hasil berjualan setiap hari.

"Kalau kita setiap bulan hak kita sudah pasti, gaji sudah pasti. Tapi lihat pedagang di depan kita, mereka belum tentu hari ini dapat rezeki, besok pun belum tentu. Nah, inilah yang harus menjadi nurani kita bersama, bahwa hati kita ada di mereka," ujarnya.

Ia menegaskan pelantikan tersebut bukan bentuk apresiasi atau penghargaan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Egi juga mengingatkan para pejabat agar memandang jabatan sebagai titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Karena itu, setiap amanah harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jabatan yang kita terima hari ini, besok bisa diambil. Maka manakala kita diberikan waktu titipan tersebut, pergunakanlah sebaik-baiknya, sebermanfaat-manfaatnya, seluas-luasnya. Ingat, setiap program yang saya minta harus melandaskan tiga aspek besar, yaitu tumbuh, berdampak, dan berkelanjutan," pesan Egi.

Dari 12 pejabat yang dilantik, hampir seluruhnya sebelumnya telah mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) pada jabatan yang kini diduduki. Satu-satunya wajah baru dalam formasi tersebut adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Adapun 12 pejabat yang dilantik yakni Mhd Dharma Kurniawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat; Agustinus Oloan sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah; Djuanda sebagai Kepala Dinas Perhubungan; Mugiyono sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; Syaifulloh sebagai Kepala Dinas Pendidikan; serta dr. Nessi Yunita sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selanjutnya, Iwan Chandra Gautama sebagai Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah; Sumantri sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Hendry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika; Cahyadi sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; Devi Arminanto sebagai Kepala Dinas Kesehatan; serta Alyasir sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Selain melantik pejabat definitif, Bupati Egi juga memberikan tugas tambahan kepada dua pejabat struktural sebagai Pelaksana Tugas (Plt), yakni Al Mardiyah sebagai Plt Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah serta Arif Surya Utama sebagai Plt Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah. (ls)