BI: Kenaikan Harga Pangan Picu Inflasi Januari 2021

2021-02-04T15:56:13.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Komoditas kenaikan harga tempe menjadi salah satu faktor inflasi di Provinsi Lampung.
Komoditas kenaikan harga tempe menjadi salah satu faktor inflasi di Provinsi Lampung.

Kabarsiger.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung mendata tekanan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Januari 2021 meningkat yaitu sebesar 0,76% (mtm), lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,66% (mtm), namun lebih rendah dari rata-rata inflasi Januari dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,80% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Lampung Budiharto Setyawan memaparkan, pencapaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yang masing-masing tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm) dan 0,52% (mtm).

"Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 1,78% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 1,55% (mtm) namun lebih rendah dari inflasi Sumatera yaitu sebesar 1,88% (yoy)," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/2/2021).

Secara spasial, dibandingkan 90 kota perhitungan inflasi nasional, inflasi Kota Bandar Lampung dan Kota Metro pada bulan Januari 2021 tergolong relatif tinggi dan masing-masing menempati urutan ke-9 dan ke-23.

Dilihat dari sumbernya, tekanan inflasi pada bulan Januari 2021 didorong oleh peningkatan tekanan harga pada sub kelompok makanan dengan andil sebesar 0,52% (mtm) dan sub kelompok pendidikan dengan andil sebesar 0,07% (mtm).

Adapun beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain seperti cabai rawit, cabai merah, tempe, bimbingan belajar dan beras dengan andil masing-masing sebesar 0,23%, 0,18%, 0,12%, 0,07% dan 0,05%.

"Peningkatan tekanan inflasi, khususnya cabai rawit dan cabai merah disebabkan oleh terganggunya produksi di tengah meningkatnya curah hujan," papar Budi.

Mengacu pada laporan BMKG periode Desember 2020, La Nina diperkirakan mempengaruhi kondisi cuaca Provinsi Lampung sejak Januari 2021 dan akan melemah pada Maret 2021.

Harga tempe juga naik dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan baku kedelai. Sementara itu, kenaikan harga beras terjadi seiring dengan berkurangnya pasokan pada periode tanam di beberapa daerah. Di sisi lain, kenaikan tarif bimbingan belajar merupakan penyesuaian tarif memasuki semester baru.

Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Januari 2021 tertahan oleh deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas diantaranya telur ayam, angkutan udara, petai, daging ayam ras dan bawang merah dengan andil masing-masing sebesar -0,08%, -0,03%, -0,01%, -0,01% dan -0,01%.

Penurunan telur ayam dan daging ayam terjadi seiring dengan mulai stabilnya pasokan dari produsen dan normalisasi permintaan pasca periode Natal dan Tahun Baru.

Tarif Angkutan Udara juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh normalisasi harga pasca libur panjang akhir tahun. Di sisi lain, peningkatkan pasokan turut mendorong penurunan harga komoditas petai. Sementara itu, komoditas bawang merah mengalami penurunan disebabkan mulai masuknya pasokan dari sentra produksi di Pulau Jawa.(*)