Belajar Sepanjang Hayat: Kunci Lansia Tetap Produktif

2026-02-17T13:44:11.000Z

Penulis:Redaksi

Editor:Eva Pardiana

1002559433.jpg
Ilustrasi Lansia

PENINGKATAN angka harapan hidup menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di Indonesia. Namun, bertambahnya usia penduduk juga membawa tantangan baru: bagaimana memastikan para lanjut usia (lansia) tetap sehat, produktif, dan merasa bermakna dalam kehidupan sosial. Salah satu jawabannya adalah melalui program pendidikan lanjut usia.

Belajar bukanlah aktivitas yang berhenti ketika seseorang memasuki usia pensiun. Justru di masa lanjut usia, proses belajar memiliki peran penting untuk menjaga fungsi kognitif, memperluas jejaring sosial, serta meningkatkan kualitas hidup. Program pendidikan lansia memberikan ruang bagi para lansia untuk terus berkembang, baik secara intelektual, emosional, maupun sosial. Banyak penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar yang terstruktur mampu membantu mencegah penurunan daya ingat dan mengurangi risiko depresi. Kegiatan seperti kelas literasi digital, pelatihan kewirausahaan sederhana, diskusi buku, hingga senam kesehatan otak terbukti memberi manfaat signifikan bagi kesehatan mental lansia.

Program pendidikan lanjut usia juga berfungsi membekali lansia dengan keterampilan praktis. Di era digital seperti sekarang, kemampuan menggunakan ponsel pintar, aplikasi pesan instan, atau layanan perbankan digital menjadi sangat penting. Dengan literasi digital yang memadai, lansia dapat tetap terhubung dengan keluarga, mengakses informasi kesehatan, bahkan menjalankan usaha kecil dari rumah. Beberapa lembaga pendidikan non formal dan komunitas di berbagai daerah telah mengembangkan program serupa. Di tingkat global, konsep University of the Third Age (U3A) yang berkembang di Inggris melalui University of the Third Age menjadi contoh bagaimana pendidikan lansia dirancang berbasis komunitas dan semangat berbagi pengetahuan.

Di Indonesia, perhatian terhadap kesejahteraan lansia juga terus ditingkatkan, salah satunya melalui program Sekolah Lansia yang ditujukan bagi lansia potensial dengan kriteria tingkat ketergantungan utuh atau mandiri. Provinsi Lampung saat ini terdapat kurang lebih 50 sekolah lansia yang tersebar diberbagai Kabupaten/ Kota. Bentuk program Pendidikan non formal ini merujuk pada 7 dimensi lansia tangguh dengan menekankan partisipasi sosial, kesehatan, dan keamanan sebagai pilar utama. Lansia yang aktif secara sosial dan intelektual cenderung memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Mereka lebih jarang mengalami isolasi sosial, memiliki tingkat stres yang lebih rendah, serta lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program pendidikan lansia secara tidak langsung dapat menekan beban biaya kesehatan dan sosial yang harus ditanggung keluarga maupun negara.

Investasi pada pendidikan lansia bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan. Lansia yang berdaya akan tetap dapat berkontribusi melalui pengalaman, nasihat, dan keterampilan kepada generasi yang lebih muda. Mari saatnya kita mengubah cara pandang, selama ini masih ada anggapan bahwa usia lanjut identik dengan ketergantungan dan keterbatasan. Padahal, banyak lansia yang masih memiliki energi, semangat, dan potensi besar untuk terus berkarya. Program pendidikan lanjut usia menjadi salah satu sarana untuk mengubah paradigma tersebut.

Pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga keluarga memiliki peran penting dalam mendukung partisipasi lansia dalam program-program ini. Akses yang mudah, biaya terjangkau, serta pendekatan pembelajaran yang ramah usia menjadi kunci keberhasilan. Menua adalah keniscayaan, tetapi menua dengan sehat, aktif, dan bermakna adalah pilihan yang bisa diupayakan bersama. Pendidikan lanjut usia bukan sekadar kegiatan belajar, melainkan jembatan menuju kehidupan lansia yang lebih mandiri, bahagia, dan bermartabat. (*)

Penulis: Ns. Fuadah Fahrudiana, M.Kep.
Dosen Keperawatan Gerontik, Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Dir. Representatif Indonesia Ramah Lansia (IRL) Prov. Lampung

Tags:Opini