Penulis:Yunike Purnama

Kabarsiger.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 17 perusahaan yang masuk daftar kandidat perusahaan terbuka. Dari jumlah tersebut, ada satu perusahaan yang berpeluang menggelar Initial Public Offering (IPO) di penghujung tahun.
"Saat ini terdapat 17 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Progress terkini dari proses IPO yang dilakukan, satu diantaranya diprediksi akan melakukan IPO pada bulan Desember 2020," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Kamis (24/12/2020).
Nyoman tak menyebutkan perusahaan mana yang bakal IPO di sisa waktu tiga hari bursa tahun ini. Namun, dia menyebut 17 perusahaan yang masuk pipeline tersebut berasal dari berbagai sektor usaha.
Rinciannya, enam perusahaan masuk sektor perdagangan, jasa, dan investasi, lalu dua perusahaan masuk sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan, dua perusahaan masuk infrastruktur, utilitas, dan transportasi.
"Kemudian, dua perusahaan dari sektor Agriculture; satu perusahaan dari sektor Mining; dua perusahaan dari sektor Miscellaneous Industry dan dua perusahaan dari sektor Finance," katanya.
Sampai 22 Desember 2020, kata Nyoman, dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp5,49 triliun. Angka tersebut jauh di bawah tahun sebelumnya. Dia menyebut, penurunan tersebut tak lepas dari kondisi pandemi Covid-19.
"Namun, dengan beberapa kebijakan dari pemerintah seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan policy pemerintah terkait penyediaan vaksin kepada masyarakat akan menumbuhkan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan mencapai 5 persen pada tahun 2021 sebagaimana proyeksi Bappenas," tuturnya.(*)