62 Persen Perempuan Masih Bingung Mengatur Keuangan Keluarga

2021-10-29T17:19:47.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Yunike Purnama

Ilustrasi mengatur keuangan.
Ilustrasi mengatur keuangan.

BANDARLAMPUNG - Memiliki literasi keuangan untuk perencanaan finansial yang baik untuk keluarga sangat penting bagi para perempuan termasuk ibu rumah tangga.

Hal ini dipaparkan Aliyah Natasya, Financial Advisor, dalam workshop virtual terkait perencanaan finansial untuk meningkatkan literasi keuangan dan asuransi jiwa Syariah.

"Seorang ibu, sebagai Chief Financial Officer keluarga memiliki peran penting dalam mengatur keuangan rumah tangga. Untuk itu setiap perempuan harus memiliki literasi keuangan yang baik. Prinsip dasar membangun keuangan keluarga yang sehat adalah memiliki sistem kelola finansial yang disesuaikan khusus dengan kondisi keluarga kita," kata Aliyah, Jumat (29/10/2021).

"Untuk itu, penting bagi para ibu rumah tangga untuk dapat menilai kemampuan finansial keluarga dan melakukan pengelolaan dasar finansial dengan komitmen kuat, serta memiliki asuransi sebagai proteksi jangka panjang, ujar Aliyah.

Sayangnya, pemahaman masyarakat Indonesia mengenai keuangan maupun asuransi masih rendah. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, indeks literasi keuangan baru mencapai 38,03 persen. Bila dirinci berdasarkan jenis kelamin, tingkat literasi keuangan laki-laki sebesar 39,94 persen, sedangkan perempuan hanya sebesar 36,13 persen.

"Meskipun kecil, tetapi masih ada jarak antara perempuan dan laki-laki. Padahal perempuan memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam rumah tangga, untuk mewujudkan keluarga yang tangguh secara finansial," kata Luskito Hambali, Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia.

Sebesar 85 persen aktivitas belanja keluarga, seperti belanja bulanan dan keputusan pembelian kebutuhan keluarga lainnya, diatur oleh seorang istri atau ibu di rumah.

Namun, sebesar 50 persen istri atau ibu tersebut tidak merasa yakin terhadap keputusan finansial yang mereka ambil dan 62 persen menyatakan kebingungan saat harus mengarahkan rencana finansial jangka panjang keluarga dan mereka membutuhkan bantuan informasi yang sesuai dengan profil keluarga mereka untuk dapat mengambil keputusan finansial yang tepat.

"Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan literasi terkait asuransi jiwa syariah masyarakat, termasuk perempuan, melalui berbagai macam inisiatif."

Dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan mereka dengan baik, maka hal ini akan berdampak kesejahteraan mereka, sehingga mereka dapat menikmati yang terbaik dalam hidup.(*)