Yahoo Jepang Kini Resmi Merger dengan LINE

Yunike Purnama - Rabu, 03 Maret 2021 20:01
Yahoo Jepang Kini Resmi Merger dengan LINEZ Holdings, menyatukan Yahoo (Jepang) dan LINE. (sumber: Z Holding)

Kabarsiger.com - SoftBank melalui Z Holdings akan menginvestasikan 500 miliar yen atau Rp66,8 triliun untuk menyelesaikan merger antara Yahoo Jepang dan LINE.

Z Holdings juga bakal mempekerjakan 5.000 teknisi Artificial Intelligence (AI) selama lima tahun untuk mengembangkan aplikasi ini.

Rencana bisnis tadi menjadi strategi Z Holdings untuk melawan ancaman GAFA, perusahaan teknologi yang mendominasi di Jepang. Akronim dari Google, Amazon, Facebook, dan Apple.

Nantinya, merger ini diharapkan mampu meluncurkan layanan baru dan menciptakan strategi periklanan online. Z Holdings juga mentargetkan laba operasional 2 triliun yen atau Rp267,3 triliun pada tahun fiskal 2023.

"Pada tingkat global, kesenjangan kami terhadap GAFA meningkat selama virus Corona. Tapi di Jepang, layanan kami lebih populer," kata Kentaro Kawabe, Presiden sekaligus co-CEO Z Holdings, dikutip dari Nikkei Asia, Rabu (3/3/2021).

Awalnya, merger ini direncanakan pada awal Oktober 2020. Namun adanya pandemi Covid-19 membuat proses persetujuan regulasi mengalami penundaan.

Merger ini nantinya bakal menciptakan raksasa teknologi dengan lebih dari 300 juta pengguna di berbagai platform seperti perpesanan, berita online, hingga layanan keuangan.

Di bawah struktur baru, Z Holdings dan Naver masing-masing memiliki 50 persen saham Line. Ke depannya, Z Holdings bakal memiliki 65,3 persen dari saham itu.

Z Holdings sendiri akan tetap terdaftar di Bursa Efek Tokyo dan akan memiliki Line dan Yahoo Jepang. Perusahaan bakal memiliki kapitalisasi pasar 5,1 triliun yen atau Rp681,7 triliun hingga Senin lalu.

Selain Line, Z Holdings juga bakal mengintegrasikan dompet digital Line Pay ke PayPay miliknya pada April 2022. Rencana ini hanya tinggal menunggu persetujuan dari aturan yang berlaku di Jepang.

Merger ini juga bakal memberi Z Holdings kesempatan untuk memasuki tiga pasar Asia di luar Jepang, terutama untuk negara yang populer dengan Line seperti Taiwan, Thailand, hingga Indonesia.(*)

Bagikan:
Yunike Purnama

Yunike Purnama

RELATED NEWS