Tren Transaksi Digital Meningkat, Indonesia Bakal Punya 5 Bank Digital Baru

Yunike Purnama - Kamis, 29 Juli 2021 13:39
Tren Transaksi Digital Meningkat, Indonesia Bakal Punya 5 Bank Digital Baru

Kabarsiger.com, JAKARTA - Ekonomi digital Indonesia diproyeksi terus mengalami pertumbuhan, seiring dengan semakin maraknya bank digital yang beroperasi di dalam negeri. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri keuangan berbasis digital.

Faktor pendukung pertama, yakni besarnya populasi Indonesia, yang saat ini mencapai sekitar 272 juta penduduk, di mana 137 juta di antaranya adalah angkatan kerja. Selain itu, sebanyak 175 juta penduduk atau sebesar 65,3 persen populasi merupakan pengguna internet.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2020 terdapat 129 juta penduduk Indonesia yang menggunakan eCommerce, dengan nilai transaksi mencapai Rp266 triliun.

Transformasi digital juga dilakukan oleh sektor perbankan. Hal tersebut dapat terlihat dari maraknya transaksi-transaksi perbankan yang dilakukan melalui mobileapps bank masing-masing. Dampaknya, masyarakat semakin jarang pergi ke kantor cabang bank.

Berdasarkan laporan Statistik Perbankan Indonesia yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat 3.074 kantor cabang bank umum yang ditutup sejak 2015 sampai Maret 2021. Jumlah bank dari 2015 sampai 2021 pun cenderung mengalami penurunan.

Oleh karena itu, sektor perbankan mulai memanfaatkan teknologi digital dalam memberikan layanan untuk masyarakat atau yang disebut dengan bank digital.

Di Indonesia sendiri, sudah ada sederet bank yang menyatakan diri sebagai bank digital. Di antaranya:

Jenius, Wokee, Digibank, TMRW, JagoBank Aladin,Line Bank MotionBanking, dan Blu (terbaru) dari BCA. 

Tak hanya berhenti di sana, OJK juga mencatat terdapat 5 bank yang sedang proses menjadi bank digital. Bank tersebut adalah Allo Bank, BRI Agro, Bank Neo Commerce, Bank Capital, dan Bank QNB Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut jajaran lima bank yang sedang mempersiapkan diri menjadi bank digital.

1. Allo Bank

Allo Bank merupakan bank yang diakuisisi Chairul Tanjung melalui PT Mega Corpora. Sebelumnya, Allo Bank memiliki nama Bank Harda Internasional.

Setelah mengumumkan rencana perubahan rencana menjadi bank digital, saham Allo Bank terus melesat. Harga saham Allo Bank naik 25,93 persen pada penutupan harga saham Jumat (16/7/2021). Hal tersebut membuat saham ini melesat 268,8 persen dalam sebulan. Selain itu, bank digital ini juga melaksanakan penambahan modal sebesar Rp7,49 triliun melalui rights issue.

2. BRI Agro

PT Bank BRI Agro Tbk. akan segera meluncur jadi bank digital dalam waktu dekat dengan nama dan aplikasi baru. Direktur Utama BRI Agro Kaspar Situmorang mengatakan akan menyasar para pekerja gig ekonomi atau pekerja informal yang sudah terhubung dengan platform digital tetapi belum mendapat fasilitas layanan keuangan.

Bank digital ini nantinya akan memanfaatkan ekosistem BRI Group untuk menjalankan bisnisnya. Perseroan akan menjadi rumah bagi fintech dan Agen BRI Link untuk menyalurkan kredit.

3. Bank Neo Commerce (BNC)

Bank Neo Commerce (BNC) telah melakukan transformasi digital sejak Agustus tahun lalu dan terus melakukan transformasi sampai hari ini. Akulaku merupakan pemegang saham pengendali BNC sekitar 24,98 persen. Meskipun demikian, Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan akan menjalin terus kerja sama dengan group besar Alibaba sebagai investor Akulaku.

“Banyak perusahaan di Indonesia yang diinvestasi oleh Alibaba Group. Nah, kami akan melakukan sinergis dengan tujuan memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Kami percaya, dengan sinergi dan kolaborasi kami bisa meminimalisir biaya-biaya, jadi bukan kompetisi,” jelas Tjandra pada Kamis (15/7/2021), sebagaimana dikutip dari Kontan.

4. Bank Capital

Bank Capital tengah mempertegas upayanya untuk menjadi bank digital dengan melepas 20 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat modal sebagai bank digital.

Namun, aksi korporasi ini perlu persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada 25 Agustus mendatang.

5. Bank QNB Indonesia

Manajemen QNB mengatakan bahwa QNB terus mengembangkan produk dan layanan perbankan dengan teknologi dan inovasi untuk platform digital yang dimiliki perusahaan.

Melansir CNBC Indonesia, Direktur Kepatuhan Bank QNB Indonesia Windiartono Tabingin menjelaskan pengembangan yang tengah dilakukan adalah QNB Indonesia mobile banking yang baru, registrasi mandiri (self-registration), penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan tersedianya fitur transaksi valuta asing serta melakukan kemitraan dengan perusahaan fintech untuk membuat produk-produk baru, seperti produk pinjaman digital.(*)

Tags bank digitalBagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS