Tips Cara Menjadi Pahlawan Finansial Keluarga

Yunike Purnama - Senin, 13 November 2023 09:12
Tips Cara Menjadi Pahlawan Finansial KeluargaIlustrasi (sumber: Freepik)

BANDARLAMPUNG - Siapapun bisa menjadi pahlawan keluarga tanpa perlu mengenakan jubah superhero atau terlibat dalam pertempuran, seperti dalam film atau drama kolosal. Caranya sederhana, yakni mengambil peran sebagai pahlawan finansial bagi keluarga.

“Pahlawan bukan hanya tentang memerangi penjahat atau memberantas kejahatan. Pahlawan finansial bertugas melindungi masa depan keluarga dengan mengamankan harta, aset, dan tabungan yang ada dan yang sedang Anda kumpulkan bagi orang-orang yang Anda cintai. 

Caranya dengan mengembangkan dana dan aset Anda pada instrumen finansial yang tepat dan tepercaya sehingga dana dan aset tersebut dapat berkembang sesuai prosedur yang benar,” kata Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence, Fandi Murdani, dalam keterangan resmi. 

Bagi Anda yang sedang mencari instrumen finansial untuk dana simpanan, Fandi mengingatkan bahwa semua instrumen finansial pada dasarnya memiliki risiko, tinggal disesuaikan dengan risk profile Anda sebagai calon investor. 

Dia juga mengingatkan bahwa risiko yang dimaksud bukan semata karena tergiur bunga tinggi dari investasi bodong kemudian Anda kehilangan uang yang sudah ditanamkan.

Risiko yang dimaksud adalah ada potensi kerugian penurunan modal karena imbal hasil yang diperoleh bisa saja tidak sesuai dengan yang diharapkan karena faktor kondisi ekonomi lokal maupun global.

Agar tidak salah menanamkan dana yang Anda miliki ke sebuah instrumen finansial maka pastikan aspek legalitas dari produk dan perusahaan finansial tersebut jelas dan benar, yakni lembaga yang telah memperoleh izin usaha dan pengawasan dari regulator yang sesuai dengan bidang usahanya. 

Pastikan juga Anda sudah memahami secara lengkap hak dan kewajiban sebagai nasabah, mengetahui manfaat, biaya, dan risiko yang berkaitan dengan produk yang Anda beli.

Jika sudah memiliki pengetahuan tentang instrumen finansial, sudah menentukan tujuan investasi, dan ingin mengembangkan aset yang ada demi membangun masa depan keluarga yang sejahtera maka berikut tips dari Fandi cara untuk menjadi pahlawan finansial keluarga.

Komunikasikan Rencana Finansial

Langkah pertama adalah mengomunikasikan rencana finansial dengan pasangan dan anggota keluarga yang sudah cukup umur mengenai kondisi dan tujuan keuangan keluarga termasuk rencana untuk mengajukan pinjaman dana, menjual aset hingga membeli instrumen investasi.

“Hindari memutuskan sendiri rencana keuangan keluarga. Ada baiknya kita dengar pendapat dan saran dari anggota keluarga demi kebaikan bersama. Sebaiknya, mereka pun mengetahui rencana dan kondisi keuangan keluarga sehingga bisa sama-sama menentukan kebutuhan apa saja yang harus tetap dipenuhi, dan yang masih bisa ditunda. Berapa kewajiban utang yang dimiliki serta adakah rencana untuk mengembangkan aset keluarga. Dengan demikian, anggota keluarga dapat turut andil dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan aset keluarga,” imbau Fandi.

Kelola Utang dengan Cermat

Manajemen utang yang cerdas adalah kunci mencapai tujuan finansial keluarga. Hindari utang konsumtif dengan jumlah besar melebihi toleransi utang yang disarankan, utang konsumtif maksimal 15 persen dari total income, karena akan menambah beban finansial dan beban pikiran.

“Sebaiknya jika mendapat uang tunai dari bonus, THR, atau penghasilan dari pekerjaan tambahan, manfaatkan untuk bisa mempercepat pelunasan utang. Dengan mengurangi beban utang secara perlahan maka Anda dan keluarga dapat leluasa dalam melakukan perencanaan keuangan terutama memiliki polis asuransi karena asuransi adalah fondasi dari konsep perencanaan keuangan untuk terhindar dari risiko kerugian finansial yang besar,” kata Fandi.

Persiapkan Dana Pendidikan

Merencanakan dana pendidikan sangat diperlukan karena biaya pendidikan terus mengalami peningkatan inflasi setiap tahunnya. Risiko hidup orang tua juga meningkat seiring pertambahan usia yang dapat berpengaruh terhadap rencana pendidikan anak. Sangat penting bagi orang tua mempersiapkan rencana pendidikan buah hati sampai jenjang perguruan tinggi.

Fandi menyarankan untuk mengalokasikan dana pendidikan pada instrumen finansial yang tetap terjaga sampai jenjang pendidikan anak selesai meskipun terjadi risiko yang tidak diinginkan pada orangtua. Baik risiko sakit ataupun meninggal dunia. “Saat memutuskan untuk mengambil asuransi pendidikan, sangat penting untuk memahami manfaat yang ditawarkan dan juga memperkirakan jumlah dana pendidikan yang akan dibutuhkan sehingga bisa terencana dengan baik,” jelasnya.

Perlindungan Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

Perlindungan kesehatan dan jiwa harus menjadi bagian dalam perencanaan keuangan untuk melindungi kondisi finansial keluarga dari risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti sakit kritis atau meninggal dunia yang memerlukan biaya dalam jumlah besar.

Dengan memiliki asuransi kesehatan maka sebagai pencari nafkah keluarga, Anda tidak perlu khawatir akan tingginya biaya perawatan medis karena akan di-cover oleh perusahaan asuransi.

Asuransi jiwa sangat bermanfaat untuk meminimalisir risiko keuangan saat terjadi risiko kehidupan pada pencari nafkah (breadwinner). Uang Pertanggungan dari asuransi jiwa dapat bermanfaat agar kualitas gaya hidup  tetap terjaga.

Sebagai penutup, Fandi menyarankan agar jangan tunda mengambil peran sebagai pahlawan finansial keluarga. Segera lakukan perencanaan keuangan sejak dini dengan cara yang tepat karena kita tidak pernah tahu kapan risiko keuangan bisa terjadi.(*)

Editor: Redaksi
Bagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS