PTPN Siapkan 10.000 Ha Lahan Singkong untuk Bioetanol
Eva Pardiana - Minggu, 19 April 2026 08:47
PTPN menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk mendukung program bioetanol berbasis singkong yang tersebar di Lampung dan Sumatera Selatan. (sumber: PTPN I)BANDAR LAMPUNG – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk mendukung program bioetanol berbasis singkong yang tersebar di Lampung dan Sumatera Selatan.
Langkah ini sejalan dengan penetapan Provinsi Lampung oleh Bappenas sebagai pusat penelitian singkong nasional, dengan target produktivitas mencapai 30 ton per hektare guna mendukung pengembangan bioetanol.
Direktur Utama Holding PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyebutkan khusus di PTPN I Regional 7 terdapat dua unit kebun yang disiapkan untuk budidaya ubi kayu, yakni Kebun Kedaton dan Kebun Bergen.
“Penguatan ketahanan energi merupakan agenda strategis nasional. Pemerintah menargetkan implementasi B50 berbasis sawit dan pencapaian E20 pada 2028, sehingga diperlukan percepatan pengembangan lahan, pembangunan pabrik etanol, serta jaminan pasokan bahan baku, termasuk singkong,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kebun Kedaton dan Bergen, Rabu (15/4/2026).
- Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik
- PTPN 1 Regional 7 Salurkan Bantuan Pendidikan di OKU
- Pupuk Indonesia Kaji Peluang Ekspor, Tetap Utamakan Kebutuhan Domestik
Denaldy menambahkan, keberhasilan pengembangan bioetanol berbasis singkong sangat bergantung pada sinergi hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan benih, budidaya, teknologi panen, pengolahan, hingga kepastian pasar bagi petani dan industri.
Dalam kunjungan tersebut, Denaldy didampingi Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Umar. Rombongan meninjau langsung lokasi lahan yang akan ditanami ubi kayu.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi dengan pekerja dan manajemen setempat terkait tantangan serta peluang di lapangan. Interaksi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif serta solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Arahan strategis yang diberikan diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kualitas kerja. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kunjungan diharapkan mampu membawa PTPN I Regional 7 semakin adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika industri perkebunan. (*)

