PTPN I Tanam 1.000 Pohon di Ajang Walini Cross Country
Eva Pardiana - Selasa, 14 April 2026 11:57
PTPN I Tanam 1.000 Pohon di Ajang Walini Cross Country (sumber: PTPN I)PANGALENGAN – Di bawah langit biru yang menyelimuti dataran tinggi Pangalengan, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) merajut harmoni antara semangat olahraga dan pemulihan alam. Melalui ajang Walini Cross Country 2026, perusahaan tidak hanya mengajak masyarakat berlari melintasi bentangan permadani hijau kebun teh, tetapi juga meletakkan warisan ekologis yang mendalam bagi bumi Parahyangan. Aksi nyata ini diwujudkan melalui penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan strategis hulu Jawa Barat, Minggu (12/4/2024), sebagai penanda bahwa keberlanjutan merupakan napas yang menghidupi setiap jengkal tanah perkebunan.
Filosofi di balik penanaman seribu pohon ini dirancang dengan presisi untuk menyelaraskan manfaat sosial-ekonomi dan perlindungan lingkungan jangka panjang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan dan biodiversitas, PTPN I menanam 400 bibit pohon buah-buahan yang mencakup Durian, Alpukat, Jambu, hingga Nangka.
Kehadiran vegetasi produktif ini diproyeksikan untuk memperkaya ekosistem kawasan, yang kelak hasilnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat sekitar. Langkah ini menjadi simbol bahwa kehadiran perkebunan harus mampu menciptakan kedekatan emosional sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga yang hidup berdampingan dengan lahan.
Menyertai barisan pohon buah, 600 pohon kekayuan yang terdiri dari Mahoni, Damar, Pinus, serta Cemara, turut ditancapkan pada titik-titik elevasi tinggi. Pohon-pohon tegakan ini dipersiapkan sebagai benteng alami untuk memperkuat struktur tanah dari ancaman erosi sekaligus menjaga stabilitas cadangan air tanah di wilayah tangkapan air Walini. Dengan fungsinya sebagai penyaring karbon yang efektif, deretan pohon kekayuan ini menjadi investasi hijau PTPN I dalam memitigasi dampak perubahan iklim global, memastikan lereng Pangalengan tetap menjadi wilayah penyangga yang tangguh bagi daerah di bawahnya.
Momentum konservasi ini terasa semakin bermakna ketika para pelari lintas alam yang memadati jalur kompetisi turut menyaksikan komitmen nyata manajemen di lapangan. Sambil menggenggam bibit pohon di tengah hamparan tanah subur Walini, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa integrasi antara olahraga dan aksi lingkungan adalah strategi perusahaan dalam membumikan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG). Baginya, aksi ini bukan sekadar seremoni menanam bibit, melainkan sebuah janji untuk menjaga masa depan agar tetap asri dan layak huni.
"Kehadiran kami di sini bukan sekadar menanam bibit, melainkan menanam komitmen. Dengan komposisi pohon kekayuan sebagai proteksi alam dan pohon buah sebagai wujud kepedulian sosial, kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas bisnis PTPN I memberikan dampak nyata bagi kelestarian bumi. Ini adalah investasi oksigen sekaligus warisan bagi generasi mendatang agar mereka tetap bisa menghirup udara segar dan menikmati indahnya alam Pangalengan," ujar Teddy Yunirman Danas.
Melalui inisiatif yang utuh ini, kawasan Walini kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan olahraga unggulan, tetapi juga bertransformasi menjadi laboratorium hijau yang terjaga orisinalitasnya. PTPN I berkomitmen untuk melakukan pengawasan berkala pasca-penanaman agar seribu bibit ini benar-benar tumbuh menjadi hutan penyangga yang rimbun. Dengan demikian, pesona Pangalengan akan tetap lestari, produktif, dan terus menghidupi, selaras dengan visi PTPN I untuk tumbuh bersama alam dalam balutan integritas dan keberlanjutan yang kokoh. (*)

