Prodi Kimia UIN RIL Jalani Asesmen Perdana LAMSAMA

Eva Pardiana - Senin, 13 April 2026 09:26
Prodi Kimia UIN RIL Jalani Asesmen Perdana LAMSAMAProgram Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menjalani asesmen lapangan akreditasi perdana dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), Senin (13/4/2026). (sumber: UIN Raden Intan Lampung)

BANDAR LAMPUNG – Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menjalani asesmen lapangan akreditasi perdana dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., di Ruang Teater lantai 2 Gedung Academic and Research Center. Hadir sebagai tim asesor, Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi, S.Si., dari Universitas Indonesia.

Rektor menyampaikan bahwa asesmen ini diharapkan tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan Prodi Kimia ke depan.

“Kami berharap para asesor dapat memberikan arahan dan kritik demi penyempurnaan Prodi Kimia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fasilitas laboratorium di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi yang dinilai representatif. Menurutnya, berdasarkan berbagai kunjungan, fasilitas laboratorium untuk bidang Kimia, Fisika, dan Biologi termasuk yang unggul.

Rektor menilai capaian tersebut merupakan hasil dari perhatian pimpinan sebelumnya dalam pembangunan sarana prasarana. Ia berharap fasilitas tersebut mampu mendukung lahirnya lulusan yang kompetitif.

“Kita berharap mahasiswa menjadi ahli kimia yang mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain,” katanya.

Selain itu, rektor mengungkapkan bahwa pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi juga didukung kerja sama internasional, salah satunya dengan Tomsk State University, Rusia, melalui hibah penelitian kolaboratif senilai sekitar Rp6 miliar.

Prodi Kimia juga disebut memiliki peran strategis dalam mendukung rencana pendirian Fakultas Kedokteran di UIN RIL.

Sementara itu, Dekan FST UIN RIL, Dr. Sovia, menjelaskan bahwa Prodi Kimia masih tergolong baru, dengan usia sekitar satu tahun enam bulan. Program studi ini sebelumnya berada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebelum bergabung ke Fakultas Sains dan Teknologi yang berdiri pada Juli 2025.

Menurutnya, pembentukan FST merupakan bagian dari tahap ketiga pengembangan UIN RIL menuju internasionalisasi, yang mendorong percepatan penguatan kelembagaan.

“Pada awal 2025, kami telah menyusun rencana strategis fakultas yang mencakup visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, FST juga telah menyusun standar operasional prosedur pelayanan laboratorium serta melanjutkan kerja sama riset dengan Tomsk State University, termasuk uji coba biocide yang masih berlangsung di berbagai media, seperti laut, perban, dan cat tembok rumah sakit.

Selain itu, FST mulai menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) pada tahun 2025 di bidang sains dan teknologi.

“Kami optimistis dapat mencapai target yang ditetapkan dan berharap hasil asesmen ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika,” kata Sovia.

Salah satu asesor, Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si., mengapresiasi perkembangan Prodi Kimia UIN RIL meskipun masih relatif baru.

“Program studi ini masih dalam tahap awal, namun dengan dukungan yang kuat, perkembangannya sudah terlihat,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan fasilitas laboratorium yang dinilai lengkap dan modern, sebagaimana ditampilkan dalam video profil saat pembukaan.

Menurutnya, pengembangan program studi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim asesor merupakan bagian dari amanah LAMSAMA untuk mendorong Prodi Kimia terus berkembang.

Di akhir kegiatan, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pimpinan universitas, fakultas, dan program studi selama proses asesmen berlangsung. (RIL)

RELATED NEWS