OJK Dorong Perbankan Syariah Menjadi Pesaing Utama Bank Konvensional

Yunike Purnama - Rabu, 08 November 2023 18:00
OJK Dorong Perbankan Syariah Menjadi Pesaing Utama Bank KonvensionalOtoritas Jasa Keuangan (OJK) secara berkesinambungan berusaha untuk memajukan sektor perbankan syariah dengan mengoptimalkan keunikan dan kekhasannya. (sumber: Ist)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara berkesinambungan berusaha untuk memajukan sektor perbankan syariah dengan mengoptimalkan keunikan dan kekhasannya. Hal ini supaya dapat berdaya saing dengan perbankan konvensional.  

OJK menyebut dibandingkan dengan produk perbankan konvensional, perbankan syariah memiliki keunggulan tertentu yang perlu terus ditingkatkan. Tujuannya adalah agar perbankan syariah dapat memberikan dampak positif yang lebih besar pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pandangan tersebut dikatakan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Edian Rae dalam kegiatan OJK Mengajar di Fakulitas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pda Senin, 06 November 2023. 

Dian berpendapat bahwa perbankan syariah seharusnya berperan sebagai alternatif utama dalam layanan keuangan, bukan hanya sebagai opsi berdasarkan prinsip-prinsip dasar, seperti pembagian keuntungan dalam prinsip syariah atau suku bunga dalam perbankan konvensional.

"Bank syariah saat ini sedang kita coba arahkan untuk memberikan alternatif produk-produk perbankan syariah yang bukan merupakan bayangan dari produk-produk yang sudah ada di perbankan konvensional," kata Dian dalam keterangannya dikutip pada Selasa, 07 November 2023.

Asal tahu saja, sejatinya OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memacu pertumbuhan perbankan syariah dengan melibatkan pihak-pihak terkait, melalui sejumlah inisiatif seperti:

  • Perbaikan struktur industri perbankan syariah melibatkan langkah-langkah seperti konsolidasi dan spin-off unit usaha syariah (UUS).
  • Penguatan karakteristik perbankan syariah dengan fokus pada inovasi model bisnis yang lebih rasional dan pendekatan kepada nasabah yang lebih humanis.
  • Pengembangan produk unik yang menonjolkan kekhasan bank Syariah, dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan meningkatkan daya saing perbankan syariah.
  • Peningkatan peran bank syariah sebagai katalisator ekosistem ekonomi syariah, termasuk industri halal, agar dapat memberikan pelayanan yang optimal.
  • Peningkatan peran bank syariah dalam dampak sosial melalui optimalisasi instrumen keuangan sosial Islam, dengan tujuan meningkatkan nilai sosial bank syariah.

Alhasi, pada Agustus 2023, perbankan syariah sukses mencatatkan total aset sebesar Rp817,6 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,79% year-on-year (yoy) dan berkontribusi pada pangsa pasar perbankan syariah sebesar 7,26%. 

Pertumbuhan aset ini didorong oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah hingga mencapai Rp632,87 triliun, yang tumbuh sebesar 6,91% secara tahunan. Sementara itu, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp540,77 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,77% secara tahunan.

Tantangan Perbankan Syariah

Meski telah ada kemajuan, Dian menekankan bahwa kemajuan perbankan syariah hingga saat ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi secara terstruktur dan konsisten. 

Dian membeberkan tantangan-tantangan yang dimaksud dan harus di atasi meliputi rendahnya tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah, skala bisnis yang masih tergolong kecil, serta kekurangan diferensiasi dalam model bisnis dan produk. 

Selain itu, lanjut Dian, bahwa masih terdapat kendala dalam kontribusi dan dampak perbankan syariah terhadap pembangunan ekonomi dan sosial, serta perlunya penguatan dalam penerapan prinsip syariah.

Sementara itu, Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Ibnu Qazim dan Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Deden Firmansyah turut hadir dan menjadi pembicara dalam kuliah umum yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah secara fisik maupun virtual. 

Pada sambutannya, Ibnu menyampaikan harapannya bahwa melalui kegiatan OJK Mengajar, mahasiswa dan dosen di FEB UIN Syarif Hidayatullah dapat aktif terlibat dalam program-program OJK yang berkaitan dengan penguatan sektor keuangan dan perbankan syariah, termasuk kolaborasi dalam riset, pelatihan, dan proyek OJK yang melibatkan partisipasi dari pihak kampus.

"Kami sangat berharap pada forum ini bisa intensif berdiskusi dan menanyakan hal penting bagaimana kiprah OJK khususnya penguatan UU Nomor 4 tahun 2023 ini diimplementasikan dalam pengawasan dan dalam jangka waktu panjang, sustain menjangkau seluruh lapisan masyarakat," kata Ibnu.(*)

Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS