Mengenal Komunitas Orgapala, Mulai dari Pertemanan Menjadi Ikatan Pecinta Alam
Yunike Purnama - Kamis, 14 Agustus 2025 12:52
Mengenal Komunitas Orgapala, Mulai dari Pertemanan Menjadi Ikatan Pecinta Alam (sumber: Ist)BANDARLAMPUNG – Alam selalu punya cerita, begitu pula dengan para pecinta alam yang menamakan dirinya Orgapala (Orang Galau Pecinta Alam).
Komunitas ini lahir bukan dari sekadar hobi mendaki gunung, melainkan dari sebuah pertemanan yang tumbuh dalam satu sekolah dan tongkrongan. Dari situlah, hobi yang sama akhirnya menyatukan mereka hingga terbentuklah komunitas pendaki ini.

Firdaus, salah satu anggota Orgapala, menceritakan bahwa tujuan utama komunitas ini adalah mengembangkan, mengabadikan, dan berbagi pengalaman melalui kegiatan pendakian.
“Kami ingin setiap pendakian menjadi ruang untuk saling bertukar cerita, mempererat persahabatan, dan tentu saja mengenal lebih dekat dengan alam,” ujarnya saat ditemui tim Kabar Siger.
Meskipun setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing, Orgapala tetap menjaga tali persaudaraan dengan melakukan pendakian bersama minimal sekali dalam setahun. Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang reuni dan silaturahmi antar anggota.
Ketika ditanya gunung mana yang paling berkesan, Firdaus mengaku sulit memilih. “Bagi kami semua gunung punya kesan tersendiri. Setiap perjalanan meninggalkan cerita yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain,” jelasnya.
Dalam menjaga keselamatan dan kekompakan, Orgapala menerapkan manajemen pendakian yang jelas, dengan pembagian struktur peran setiap anggota serta saling menjaga ego di tengah perjalanan.
“Pendakian bukan hanya soal fisik, tapi juga bagaimana kita bisa saling memahami dan menjaga satu sama lain,” tambahnya.
Melalui komunitas ini, Firdaus juga menyampaikan pesan kepada generasi muda pecinta alam. “Habiskan masa mudamu dengan berkelana dan mengukir cerita bersama, bisa itu teman, sahabat, atau keluarga sebelum masa kita habis untuk hal lainnya,” pesannya.
Untuk rencana ke depan, Orgapala berkomitmen menjaga rutinitas dengan tetap mengadakan kumpul dan pendakian minimal setahun sekali. Bagi mereka, hal terpenting bukan seberapa tinggi gunung yang didaki, melainkan kebersamaan yang terus terjalin. (*)
Reporter: Sewining Tyas, Yolanda Khaula Nuria

