Manfaatkan Social Media untuk Mengembangkan Bisnis dengan 5 Cara Cerdas Ini

Yunike Purnama - Sabtu, 21 Agustus 2021 08:39
Manfaatkan Social Media untuk Mengembangkan Bisnis dengan 5 Cara Cerdas IniIlustrasi (sumber: freepik)

Kabarsiger.com, BANDARLAMPUNG - Di zaman sekarang, social media menjadi hal yang melekat dengan para pengguna smartphone. Melalui platform social media, kamu bisa membagikan banyak hal, sekaligus mendapatkan banyak informasi dan tren terkini.

Namun, alih-alih menggunakan social media sekadar untuk eksis, mengapa tidak menggunakannya untuk mengembangkan bisnis? Kalau kamu sekarang sedang membangun usaha, meskipun masih kecil-kecilan, peran social media ini patut banget kamu andalkan.

Karena kamu bisa mengembangkan bisnis melalui social media dengan cara-cara berikut ini:

1. Buat Konten Video yang Banyak di Akun Social Media Bisnis

Video bisa menyajikan konten audio-visual sekaligus, dan itu yang banyak disukai oleh para pengguna media social. Terbukti saat kita membuka socmed pun cukup sering menemukan konten video daripada konten tulisan dan gambar. Karena algoritma social media pun juga sudah begitu. Dan itu sudah disadari oleh brand-brand besar. Kalau kamu lihat brand-brand besar, mereka bisa memanfaatkan konten video dengan baik. Entah itu untuk postingan social media sampai bahkan ada juga yang membuat web series sebagai sarana iklan.

Ada banyak jenis video yang bisa dipilih. Untuk melihat apa yang cocok untuk video bisnismu, coba perhatikan deh jenis video seperti apa yang diunggah di akun socmed brand besar industri bisnismu. Bukan mencontek, tapi kamu jadi punya gambaran kira-kira video seperti apa yang bisa kamu buat.

2. Bangun Brand Awareness melalui Endorse Influncer

Meski masih bisnis kecil, bisnis kamu butuh sorotan agar bisa dikenal oleh banyak orang. Semakin banyak orang yang tahu, semakin besar potensi mendapatkan pelanggan. Raih pelanggan-pelanggan potensial yang di luar jangkauan kamu dengan endorse influencer. Saat orang-orang sudah mengetahui brand kamu, dari sana bisa mulai timbul kepercayaan dan kamu bisa memanfaatkannya untuk mendapat pelanggan. Bermitra dengan influencer di media sosial dapat menjadi salah satu keputusan paling menguntungkan. Dengan catatan tentu pilih influencer yang pengikutnya sesuai dengan target market kamu.

3. Gunakan Social Media untuk Mengalihkan Followers ke Website/Link Penjualan Kamu

Pada akhirnya tujuan kamu menyiapkan berbagai konten social media untuk berjualan. Untuk itu, kamu perlu konten yang bisa membuat calon konsumen merasa tertarik untuk membuka tautan website bisnismu. Atau jika kamu baru punya toko di e-commerce, buat konten yang bisa membuat mereka mencari thu lebih lengkap produkmu di link toko e-commerce-mu. Karena melalui website atau link penjualan, mereka bisa ‘melihat-melihat’ produk yang kamu jual. Kamu membuka peluang agar produkmu dibeli.

4. Bukan Melulu Jualan, Berikan Mereka Konten Berisi Solusi Atas Permasalahan Mereka

Kerap kali pelanggan justru menghindar jika kita hanya “jualan”, “jualan”, dan “jualan”. Alih-alih seperti itu, kamu bisa memberikan solusi atas permasalahan melalui produk yang kamu jual. Bisa juga dengan memberikan konten trik dan tips setiap hari. Lalu ada saatnya gabungkan konten jualan dengan konten lainnya. Sehingga mereka bisa merasa bahwa orientasimu adalah memang “hadir untuk mereka sebagai solusi”, bukan cuma menjadikan mereka target jualan.

5. Gunakan Social Media untuk Menceritakan Brand-mu

“Story telling”, bisa dibilang itu menjadi salah satu kunci dalam konten media social. Semua orang suka cerita yang bagus. Dan setiap brand punya ceritanya tersendiri. Kamu bisa gunakan social media untuk menceritakan brand-mu. Berguna juga sebagai pembeda antara kamu dengan kompetitor. Bahkan menceritakan “behind the scene” atau “behind the process” dalam brand juga jadi hal menarik karena banyak pelanggan loyal yang biasanya ingin mengetahui.

Meskipun masih bisnis kecil menengah, tapi berusaha untuk memelihara social media akan sangat membantu untuk perkembangan bisnis. Jadi, selamat mencoba ya!

Ketika kita dihadapkan pada keadaan yang menuntut kita untuk bekerja dan menghasilkan uang guna memenuhi segala kebutuhan, kita kerap hanya terfokus untuk mencari pekerjaan full time. Alasannya banyak orang yang merasa lebih aman dengan memiliki status sebagai pekerja penuh waktu yang biasanya menjanjikan tunjangan dan fasilitas lainnya yang menggiurkan, di samping penghasilan bulanan yang akan kita dapatkan selama bekerja.

Seiring perubahan zaman, keadaan di atas tidaklah selalu benar adanya. Selain waktu kerja yang seringkali sangat mengikat dan cenderung membuat mudah merasa jenuh dan lelah, lowongan pekerjaan penuh waktu juga semakin minim jumlahnya dan sulit untuk didapatkan.

Di zaman yang telah berubah ini, menjadi pekerja lepas waktu (freelance) merupakan pilihan yang tidak kalah menjanjikan untuk mendapatkan penghasilan. Meski masih sering dianggap hanya sebagai pekerjaan sampingan karena dinilai tidak stabil baik dari segi status dan keuangan, tenaga pekerja freelance makin dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Jenis pekerjaan ini juga bisa jadi pilihan bagi mereka yang senang atau membutuhkan waktu fleksibel, misalnya ibu rumah tangga atau bahkan mahasiswa.

Namun, sebelum memutuskan untuk menjadi pekerja freelance untuk mendapatkan penghasilan, ada 3 pertanyaan yang perlu kamu pikirkan terlebih dahulu:

1. Apakah pekerjaan full time memiliki lebih banyak keuntungan ketimbang kerja freelance?

Kamu mungkin kerap tergiur dengan tunjangan dan fasilitas yang ditawarkan banyak perusahaan. Mungkin juga penawaran serupa tak akan pernah kamu dapatkan ketika bekerja paruh waktu. Akan tetapi, kamu juga perlu menghitung berbagai pengeluaran yang harus kamu relakan ketika bekerja full time. Misalnya saja, menghitung uang transportasi dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya; untuk uang makan siang dan mungkin juga makan malam jika kamu terpaksa harus lembur; untuk pakaian kerja formal yang mungkin saja belum pernah kamu miliki dan harus membelinya; juga waktu yang mengharuskanmu berada di kantor selama kurang lebih 8 jam dan duduk di bangku kerja yang sama berjam-jam pula.

Namun jika kamu memilih untuk bekerja lepas atau freelance, kamu mungkin akan mempunyai waktu yang lebih fleksibel untuk bekerja. Selain itu, kamu juga tak perlu repot memikirkan untuk memakai baju apa atau berdandan seperti apa, sebab kamu bisa bekerja dari rumah secara remote tanpa harus bersusah payah mengurus pakaian. Kamu juga tidak perlu mengeluarkan uang makan berlebih, karena biasanya membeli makanan di luar membutuhkan biaya yang lebih besar ketimbang masak sendiri di rumah. Lebih dari itu,, kamu jadi tak perlu pusing memikirkan uang transportasi pulang-pergi dari rumah ke kantor ataupun biaya parkir yang juga menghisap habis tabunganmu secara perlahan.

2. Pekerjaan seperti apa yang sebenarnya kamu impikan dan inginkan?

Jika pekerjaan impianmu malah datang sebagai pekerja lepas, kenapa tidak coba diambil saja? Bayangkan betapa nikmatnya jika kamu bisa mengerjakan pekerjaan yang kamu suka dan mengerjakannya di rumah hanya dengan mengenakan kaus oblong favoritmu ketika menyelesaikannya. Kamu memang bisa mendapatkan gaji dan tunjangan yang mungkin tergolong besar. Akan tetapi jika kamu terpaksa menerimanya, padahal waktu kerja penuh waktu tidak cocok untukmu, bersiaplah untuk jadi tidak bersemangat bekerja. Ada baiknya jika kamu mengerjakan pekerjaan yang kamu suka dengan status sebagai karyawan freelance hingga kamu mendapatkan pekerjaan full time di bidang yang kamu sukai.

3. Pikirkan fleksibilitas waktunya. Pekerjaan fulltime biasanya stabil 8 jam berturut-turut, pekerjaan freelance bisa kamu atur sendiri waktunya. Mana yang membuatmu lebih nyaman?

Jika kamu termasuk tipe orang yang lebih mengutamakan kebebasan atau gak bisa terlalu sering diatur-atur oleh orang lain, sebaiknya kamu putuskan untuk mengambil pekerjaan freelance. Tapi jika kamu merasa gak masalah kalau harus menuruti peraturan dengan waktu kerja yang stabil, kamu bisa memilih untuk menerima pekerjaan penuh waktu.

Selain itu, pertimbangkan juga apakah kamu termasuk orang yang memiliki waktu yang sangat luang sehingga bisa mengerjakan pekerjaan fulltime, ataukah kamu juga memiliki kesibukan lain yang mesti dikerjakan di samping pekerjaan utamamu? Misalnya saja, kamu adalah seorang mahasiswa yang memiliki segudang kesibukan mengerjakan tugas-tugas dan sosialisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Atau mungkin kamu adalah seorang ibu rumah tangga yang juga sibuk mengurus anak namun ingin tetap mendapatkan penghasilan. Kamu bisa memutuskan untuk mengambil pekerjaan freelance dengan waktu yang lebih fleksibel.

Nah, kalau pertimbangan-pertimbangan di atas sudah dapat terjawab dengan pasti dan kamu adalah orang yang cocok untuk bekerja sebagai pekerja lepas, inilah 5 tips mendapatkan dan mengatur penghasilan bulanan dengan kerja freelance yang bisa kamu terapkan:

1. Usahakan untuk Tidak Menerima Pekerjaan Freelance dengan Bayaran Super Murah

Meskipun kamu sedang berputus asa karena tidak mendapat pekerjaan yang kamu inginkan, bukan berarti kamu harus menerima tawaran kerja freelance dengan bayaran di bawah standar. Kamu tetap harus memikirkan tentang nilai yang kamu tawarkan dengan pendapatan yang akan kamu terima. Sebab jika kamu terpaksa menjalani pekerjaan freelance dengan bayaran super murah, kamu akan kesal sendiri nantinya. Sudah semestinya usaha dan kerjamu dibayar dengan honor yang sesuai dan selayaknya.

2. Tingkatkan Nilai Jual dengan Fokus pada Bidang yang Kamu Kuasai

Pilih dan fokuslah mengerjakan pekerjaan freelance sesuai dengan bidang yang kamu kuasai, agar hasilnya lebih maksimal dan memuaskan. Tentunya, hasil kerjamu gak hanya akan memuaskan atasanmu saja, tetapi juga batinmu sendiri. Selain itu, kamu juga bisa sekaligus memperkaya portofolio melalui kerja freelance yang sedang kamu jalani sesuai dengan keahlian dan bidang yang kamu kuasai. Ini akan meningkatkan nilai jual kerjamu di kemudian hari.

3. Aktif Menyampaikan Progres Kerja

Sebelum kamu memutuskan untuk menerima pekerjaan lepas yang ditawarkan kepadamu, ada baiknya jika kamu melakukan riset mengenai job desk yang hendak diberikan. Sebab, kamu pun harus tahu mengenai hal-hal apa saja yang mesti kamu mengerti dan kerjakan setelah menandatangani kontrak, agar ketika kamu memulai tugas kamu tak perlu merasa bingung dengan apa yang harus kamu kerjakan. Kamu pun juga harus aktif menyampaikan progres kerjamu kepada klien atau orang yang mempekerjakanmu! Hal ini akan menunjukkan sampai mana pemahamanmu akan tugas yang diberikan yang tentunya akan semakin meningkatkan integritas di mata klien.

4. Utamakan Kualitas dari Hasil Kerjamu

Buatlah tenggat waktu kerja yang realistis untuk disesuaikan dengan kesibukan lain yang sedang kamu kerjakan. Nah, jika kamu sudah bisa mengira-ngira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaanmu dan menetapkan prioritas, kamu bisa mencari waktu yang lebih luang untuk mengerjakannya agar bisa fokus dan lebih leluasa mengerjakan pekerjaanmu. Usahakan untuk mengutamakan kualitas dan hasil kerjamu. Bagaimanapun juga hasil dari pekerjaanmu akan menunjukkan kualitas kerja untuk ditonjolkan pada portofolio.

5. Bangunlah Network yang Baik dan Luas

Jangan sia-siakan kesempatan kerja yang kamu dapatkan dengan memperluas jaringan kerjamu ketika bertemu orang-orang yang memiliki pekerjaan yang sama. Kamu pun bisa saling berbagi lowongan kerja freelance lainnya atau proyek kerja yang bisa dilakukan bersama dengan orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama denganmu. Selain itu, kamu juga bisa menambah teman baru untuk berdiskusi mengenai pekerjaan atau bahkan membicarakan hal-hal lain yang kalian sukai untuk menambah keahlianmu.

Menjadi seorang freelancer yang belum tentu memiliki gaji tetap setiap bulannya akan menuntutmu agar lebih pandai mengatur pendapatan. Nah, di bawah ini ada 4 cara mengatur keuangan bagi pekerja lepas waktu:

1. Pilihlah Proyek atau Pekerjaan yang Tepat

Sebisa mungkin janganlah menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan kesukaan atau kesenangan hatimu. Bagaimanapun, kamu akan berkutat dengan pekerjaan itu hampir di setiap harinya. Jadi, sebisa mungkin untuk memilih pekerjaan yang bisa membuatmu merasa senang melakukannya. Ingat juga untuk memperhitungkan penghasilanmu apakah pendapatan yang kamu peroleh memang sesuai dengan beban kerja dan nilai yang kamu berikan untuk klien.

2. Rutinlah Mencatat Pendapatan dan Pengeluaranmu Setiap Harinya!

Catatan keuangan memang akan sangat membantumu mengetahui sudah sebanyak apa kamu menghabiskan dan menambah pendapatanmu. Nah, ketika membuat catatan pendapatan dan pengeluaranmu ini, kamu wajib menambahkan keterangan tentang alokasi pengeluaranmu beserta sumber penghasilan yang kamu dapatkan. Fungsi lain dari catatan keuangan ini adalah untuk membatasi dan mengontrol pengeluaranmu, agar ada batasan untuk tidak mengeluarkan uang di luar anggaran, terlebih untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

3. Simpan Tabungan Daruratmu dan Jangan Pernah Membiarkannya Kosong

Satu hal yang mesti selalu kamu ingat adalah jangan pernah membiarkan tabungan daruratmu kosong. Sebab, dana ini akan sangat berguna jika terjadi masalah mendesak yang mengharuskanmu mengeluarkan uang secara mendadak. Misalnya saja, biaya pengobatan jika kamu atau anggota keluargamu ada yang sakit; biaya melahirkan untuk kamu yang sedang mengandung dan berumah tangga; hingga biaya fotokopi tugas-tugas yang mendadak dari kampus.

4. Cobalah untuk Berani Investasikan Pendapatanmu!

Jika kamu mendapat penawaran investasi yang terpercaya dengan hasil yang baik, kenapa gak coba diambil saja? Investasi gak cuma sebatas berbentuk uang saja. Kamu juga bisa menginvestasikan pendapatanmu untuk dibelikan barang-barang yang bisa menunjang pekerjaanmu. Misalnya, kamu bekerja sebagai desainer grafis, tentunya kamu membutuhkan peralatan dan gawai yang bisa menunjang pekerjaanmu. Nah, kamu bisa menginvestasikan uangmu untuk membeli gawai dengan spesifikasi yang lebih baik dari yang kamu miliki saat ini. Bisa juga kamu menginvestasikan pendapatanmu untuk logam mulia, reksadana, saham, atau properti; dengan catatan kamu harus melakukan riset dahulu mengenai jenis investasi keuanganmu.

Hal yang paling penting untuk kamu lakukan adalah hindari perilaku konsumtif. Jika kamu sudah memutuskan untuk bekerja sebagai karyawan freelance, kamu mesti sadar bahwa kamu memang belum tentu mendapatkan penghasilan bulanan yang tetap seperti pekerja penuh waktu. Semangat terus dan jangan patah semangat untuk mendapatkan penghasilan bulanan sebagai pekerja freelance, ya!(*)

Editor: Yunike Purnama
Tags FreelanceBagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS