Kemenag Percepat Digitalisasi dan Penguatan Mutu PTKIN Menuju Kampus Global

Eva Pardiana - Senin, 29 Juni 2026 16:12
Kemenag Percepat Digitalisasi dan Penguatan Mutu PTKIN Menuju Kampus GlobalSekretaris Jenderal Kemenag R.I, Prof. Dr. phil. Kamaruddin Amin, M.A. (sumber: Humas UIN RIL)

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI terus mempercepat transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui penguatan tata kelola kelembagaan, akselerasi digitalisasi, serta penjaminan mutu berstandar internasional sebagai upaya mewujudkan kampus berdaya saing global.

Komitmen tersebut menjadi pembahasan utama dalam agenda Scoring dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 yang berlangsung di The Grand Platinum Hotel, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan itu dihadiri jajaran rektor dan ketua PTKIN se-Indonesia, wakil rektor bidang akademik, serta penanggung jawab teknologi informasi dan komunikasi (PJ TIK).

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengatakan sistem penilaian seleksi tahun ini dirancang berbasis digital untuk menjamin transparansi serta meminimalkan intervensi subjektif.

Menurutnya, sistem tersebut mampu mengelola tingginya jumlah pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia secara lebih efektif.

"Sidang kelulusan dan proses scoring berbasis digital yang kita kawal hari ini adalah bukti nyata dari komitmen mewujudkan seleksi yang transparan dan bebas dari intervensi subjektif. Lonjakan pendaftar yang sangat heterogen membuktikan bahwa integrasi keilmuan yang diterapkan PTKIN sukses memikat ekosistem pendidikan nasional secara masif," ujar Abd. Aziz.

Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah mengawal penguatan proses akademik di masing-masing PTKIN agar mampu menghadapi disrupsi global, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag RI, Prof. Dr. phil. Sahiron, M.A., menegaskan bahwa tata kelola yang profesional serta penjaminan mutu internal yang dilakukan secara konsisten menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan PTKIN.

"Menghadapi hal tersebut, kita harus membangun budaya akademik yang unggul dan adaptif. Mutu adalah investasi jangka panjang. Ketika sistem tata kelola berjalan profesional dan penjaminan mutu internal dievaluasi secara konsisten di setiap lini, PTKIN tidak hanya akan siap memperluas kolaborasi dengan institusi dunia, tetapi juga semakin dipercaya dalam melahirkan lulusan yang berintegritas, berpikir kritis, serta berdaya saing global," kata Sahiron.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. phil. Kamaruddin Amin, M.A., menekankan pentingnya tata kelola seleksi yang berkeadilan (equity) sebagai fondasi menjaga akuntabilitas publik.

Menurutnya, keberagaman latar belakang mahasiswa, mulai dari Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya di lingkungan pesantren hingga sekolah umum di perkotaan, menjadi modal penting dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan memperkuat moderasi beragama.

"Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi melalui transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak untuk menghadirkan layanan pendidikan yang cepat, efektif, dan akuntabel tanpa meninggalkan etika serta integritas akademik," ujar Kamaruddin. (ril)

Editor: Eva Pardiana

RELATED NEWS