Ini 5 Jenis Sayuran Cepat Panen yang Bisa Ditanam di Rumah

Eva Pardiana - Selasa, 04 Mei 2021 21:53
Ini 5 Jenis Sayuran Cepat Panen yang Bisa Ditanam di RumahIlustrasi menanam sayuran. (Pixabay)

Kabarsiger.com, Bandar Lampung – Bercocok tanam kini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai petani. Sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak orang yang memanfaatkan waktu luang di rumah untuk bercocok tanam dan mempostingnya di media sosial. Jadilah kini bercocok tanam sebagai tren, tidak hanya di kalangan ibu rumah tangga, tapi juga kaum milenial.

Jenis tanaman sayuran banyak dipilih untuk dibudidayakan di rumah. Selain dapat membuat halaman rumah terlihat lebih asri dengan warna hijaunya, sayuran juga dapat dikonsumsi untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Menjalani hobi bercocok tanam memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran yang ekstra, karena tanaman-tanaman yang dibudidayakan membutuhkan perawatan yang baik agar tumbuh dengan optimal. Namun, bagi Anda yang tidak sabar untuk segera menikmati hasilnya, sebaiknya memilih tanaman sayuran dengan masa panen yang cepat.

Pada dasarnya sayuran dibagi menjadi sayuran daun, sayuran buah, dan sayuran umbi. Dari jenis tersebut, sayuran yang paling mudah dibudidayakan dan cepat dipanen adalah jenis sayuran daun. Sebab pada sayuran daun, yang dipanen adalah bagian vegetatifnya (daun, batang, atau tunas), sehingga tidak perlu menunggu tanaman berbunga dan berbuah, atau berumbi.

Berikut lima jenis sayuran daun yang cepat panen dikutip dari Berintani.id.

Bayam

Bayam (Amaranthus Spp L) termasuk dalam famili Amaranthaceae (bayam-bayaman) dan merupakan salah satu jenis sayuran daun daerah tropis, seperti di Indonesia.

Bayam biasa dikonsumsi sebagai sayuran hijau karena mengandung banyak vitamin serta mineral. Biasanya bayam diolah menjadi sayur bening dengan campuran tauge, wortel, atau jagung.

Di Indonesia terdapat tiga jenis bayam, yaitu :

  • Amaranthus Tricolor, merupakan bayam cabut yang banyak diusahakan oleh petani, batangnya berwarna merah (bayam merah) dan ada pula yang berwarna hijau keputih-putihan.
  • Amaranthus Dubius, merupakan bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak, berdaun agak lebar sampai lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan. Biasanya dipelihara di halaman rumah.
  • Amaranthus Cruentus, merupakan jenis bayam yang dapat ditanam sebagai bayam cabut dan juga bayam petik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar, berwarna hijau keabu-abuan.

Bayam dapat ditanam di polybag, langsung di lahan atau dengan hidroponik. Usia panen bayam sangat cepat yakni antara 25 sampi 30 hari saja.

Kangkung Cabut

Kangkung (Ipomoea Aquatic Sp) merupakan jenis sayuran yang sangat populer di Indonesia. Sayuran ini biasanya diolah menjadi tumis kangkung.

Kangkung mengandung serat yang tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Kangkung juga bisa mengatasi insomnia karena mengandung zinc dan selenium yang dapat menyebabkan rasa kantuk.

Kangkung baik untuk menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh karena mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi. Juga dapat mencegah anemia karena mengandung zat besi yang bisa menambah kandungan hemoglobin di dalam tubuh.

Kangkung termasuk tanaman yang cocok ditanam bagi Anda yang mageran. Selain mudah dibudidayakan di pot atau polybag, masa panen kangkung juga cukup singkat. Kangkung cabut bisa dipanen dalam waktu waktu 25 hari ketika sudah tumbuh setinggi 15 cm.

Sawi Hijau

Sawi (Brassica Juncea L) masih berkerabat dekat dengan kale, brokoli, dan kembang kol. Rasa sawi hijau cenderung pahit, biasa diolah dengan cara ditumis atau direbus. Di Indonesia, sawi juga menjadi favorit untuk diolah bersama mie instan. Sawi baik dikonsumsi karena mengandung serat, vitamin C, dan vitamin K.

Tanaman sawi cukup mudah dibudidayakan, tidak perlu lahan yang luas, cukup menggunakan pot atau polybag. Masa panen sawi juga sangat cepat yakni antara 25 sampai 30 hari. Sangat cocok ditanam sebagai stok saat ingin memasak mie instan atau campuran nasi goreng, tinggal cabut di halaman rumah.

Pakcoy

Pakcoy (Brassica Rapa L) mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Pakcoy termasuk makanan rendah kalori yang baik untuk campuran menu masakan sehat Anda. Selain ditumis atau dijadikan sup, pakcoy ini juga bisa dimakan mentah sebagai lalapan atau dijadikan jus.

Selain dapat ditanam dengan menggunakan pot atau polybag, pakcoy juga banyak dibudidayakan dengan metode hidroponik. Tidak butuh waktu lama untuk menikmati pakcoy yang Anda tanam, tanaman ini dapat dipanen pada umur 40 sampai 50 hari setelah tanam.

Ciri-ciri pakcoy yang telah layak panen yaitu memiliki daun yang tumbuh subur dan berwarna hijau segar, pangkal daun tampak sehat, serta ketinggian tanaman seragam dan merata. Panen pakcoy dilakukan dengan cara memetik pangkal daunnya menggunakan gunting atau dicabut langsung dengan akarnya dari dalam tanah.

Selada

Selada atau daun sla (Lactuca Sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun tropis. Salad biasa digunakan sebagai lalapan, bahan tambahan burger dan sandwich, atau dicampurkan dengan sayuran lain, seperti pada gado-gado, asinan, atau salad.

Selada bermanfaat untuk mencegah tubuh mengalami dehidrasi, sebab kandungan air dalam selada sangat tinggi, mencapai 96%. Selada juga mengandung nutrisi lain, seperti mineral, vitamin, dan serat, yang bisa membantu tubuh menyerap cairan lebih baik daripada minum air saja.

Selada mengandung berbagai nutrisi penting, seperti magnesium, kalium, folat, dan vitamin C, yang bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung dalam jangka panjang dan mengurangi berbagai risiko penyakit jantung.

Selada bisa Anda budidayakan di rumah dengan mudah dengan menggunakan polybag, pot gantung, atau dengan metode hidroponik. Masa panen selada hidroponik dan selada di tanah antara 2-3 bulan, dihitung setelah persemaian. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat, terutama saat musim hujan atau cuaca yang dingin. (VA)

Tags Urban FarmingBagikan

RELATED NEWS