Inflasi Desember 2020 Hanya 1,68 Persen

Ekonomi & Fintech 4 Jan 2021, By Redaksi
Inflasi Desember 2020 Hanya 1,68 Persen Ilustrasi. (Freepik.com)

Kabarsiger.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi nasional selama Desember 2020 sebesar 0,45 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang hanya 0,28 persen (mtm) maupun Desember 2019 yang sebesar 0,34 persen (mtm).

Sementara itu, laju inflasi selama 2020 sebesar 1,68 persen secara tahunan (year on year/yoy). Laju ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 2,72 persen (yoy).

"Untuk year on year 1,68 persen, tapi kalau kita bandingkan hanya sampai sampai 2014 ini menunjukkan inflasi yang terendah," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam konferensi pers virtual, Senin (4/1/2020).

Namun jika menarik data inflasi tahunan sejak Indonesia merdeka, laju inflasi selama 2020 sebesar 1,68 persen ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah.

Selama 2020, inflasi lebih disebabkan oleh makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki andil 0,91 persen terhadap inflasi secara tahunan. Disusul oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,35 persen.

Sementara kelompok transportasi justru memiliki andil deflasi 0,11 persen ke inflasi umum secara tahunan. Begitu juga kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang memiliki andil deflasi 0,02 persen.

Secara umum, inflasi inti selama 2020 hanya 1,6 persen dengan andil terhadap inflasi secara keseluruhan sebesar 1,05 persen. Sementara harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,25 persen dan andilnya 0,04 persen.

Selain itu, komponen bergejolak mengalami inflasi 3,62 persen dan andilnya ke inflasi tahunan sebesar 0,59 persen.(*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama