Februari 2021 Lampung Infasi 0,14 Persen

Yunike Purnama - Senin, 01 Maret 2021 20:01
Februari 2021 Lampung Infasi 0,14 PersenIlustrasi. (sumber: Shutterstock)

Kabarsiger.com - Februari 2021, IHK Lampung mengalami peningkatan indeks dari 107,17 pada Januari 2021 menjadi 107,32 pada Februari 2021. Dengan demikian terjadi infasi sebesar 0,14 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar memaparkan, berdasarkan penghitungan infasi tahun kalender (point to point) Februari 2021 mengalami infasi sebesar 0,91 persen, sementara infasi year on year (yoy) Februari 2021 terhadap Februari 2020 adalah sebesar 1,60 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami infasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,44 persen; kelompok transportasi 0,36 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,03 persen; kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutn rumah tangga masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami defasi sebesar 0,72 persen; kelompok kesehatan 0,04 persen; kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tdak mengalami perubahan indeks.

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Februari 2021, Kota Bandar Lampung mengalami infasi sebesar 0,12 persen, dan Kota Metro sebesar 0,29 persen.

Infasi Kota Bandar Lampung menempat peringkat ke-42 dan Kota Metro peringkat ke-16 dari 90 kota yang diamat perkembangan harganya. Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami infasi dan 34 kota mengalami defasi. Infasi tertnggi terjadi di Mamuju sebesar 1,12 persen, infasi terendah terjadi di Sumenep dan Tasikmalaya masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan, defasi tertnggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,55 persen, defasi terendah terjadi di Tarakan dan Malang masing-masing sebesar 0,01 persen.

Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau memberikan andil infasi tertnggi, yaitu sebesar 0,13 persen. Adapun subkelompok yang menjadi penyumbang infasi tertnggi pada bulan Februari 2021 adalah subkelompok Makanan yaitu sebesar 0,10 persen.(*

Bagikan:
Yunike Purnama

Yunike Purnama

RELATED NEWS