Dosen UIN RIL Jadi Narasumber Bimtek BIPA Balai Bahasa Lampung

Eva Pardiana - Sabtu, 30 Mei 2026 15:10
Dosen UIN RIL Jadi Narasumber Bimtek BIPA Balai Bahasa LampungKegiatan bertajuk Pelayanan Profesional terhadap Lembaga Penyelenggara Program BIPA itu berlangsung pada 25–26 Mei 2026 di Hotel Regency Pringsewu. (sumber: UIN RIL)

PRINGSEWU – Balai Bahasa Provinsi Lampung menggandeng dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Istiqomah Nur Rahmawati, M.Pd., sebagai narasumber dalam kegiatan penguatan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengajar BIPA di Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan bertajuk Pelayanan Profesional terhadap Lembaga Penyelenggara Program BIPA itu berlangsung pada 25–26 Mei 2026 di Hotel Regency Pringsewu dan diikuti dosen, guru dari perguruan tinggi maupun sekolah di Kabupaten Pringsewu, serta Duta Bahasa Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan tersebut, Istiqomah menyampaikan materi "Penyelenggaraan Program BIPA di Perguruan Tinggi/Universitas". Ia menjelaskan pentingnya pengelolaan program BIPA secara terstruktur, terdokumentasi, dan berkelanjutan untuk mendukung layanan akademik bagi pembelajar asing sekaligus memperkuat reputasi perguruan tinggi di tingkat internasional.

Menurutnya, BIPA di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai kelas pembelajaran bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya, pengenalan kehidupan kampus, serta penyampaian nilai-nilai keindonesiaan kepada mahasiswa dan tamu internasional.

"BIPA dapat menjadi salah satu pintu masuk internasionalisasi kampus karena di dalamnya tidak hanya ada tata bahasa dan kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga pengalaman lintas budaya," ujarnya dalam siaran resmi, Sabtu (30/5/2026).

Ia menambahkan, melalui program BIPA, pembelajar asing juga diperkenalkan dengan budaya lokal Lampung, moderasi beragama, serta kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, program BIPA menjadi perpaduan antara layanan akademik, diplomasi bahasa dan budaya, serta pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta internasional.

Dalam paparannya, Istiqomah menekankan bahwa penyelenggaraan BIPA di perguruan tinggi idealnya melibatkan berbagai unsur di lingkungan kampus, mulai dari Pusat Bahasa, International Office, fakultas, program studi, dosen atau pengajar BIPA, mahasiswa lokal, hingga mitra internasional.

Menurutnya, kolaborasi lintas unit diperlukan agar program BIPA tidak hanya menjadi kelas bahasa, tetapi menjadi bagian dari ekosistem akademik dan strategi internasionalisasi kampus secara menyeluruh.

Selain itu, program BIPA juga perlu disusun berdasarkan kebutuhan para pembelajar. Mahasiswa internasional, dosen asing, peneliti, maupun peserta program jangka pendek memiliki kebutuhan belajar yang berbeda sehingga materi, metode pembelajaran, jenjang, hingga sistem asesmen harus dirancang secara fleksibel dan relevan.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan BIPA UIN Raden Intan Lampung adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan bahasa Indonesia dengan konteks kehidupan kampus, budaya Lampung, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Pembelajar tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diajak mengenal budaya lokal, berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia, memahami lingkungan kampus, serta mempraktikkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, penguatan program BIPA di UIN RIL diarahkan berkembang dari program kursus menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia yang berdaya saing internasional. Roadmap pengembangannya meliputi standardisasi SOP, silabus, rubrik penilaian, dan modul inti, penyelenggaraan kelas reguler, short course dan immersion program, pengembangan kelas daring, perluasan kemitraan internasional, serta penguatan reputasi melalui publikasi dan sertifikasi.

Kepercayaan Balai Bahasa Provinsi Lampung kepada dosen UIN Raden Intan Lampung sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menjadi bukti peran aktif UIN RIL dalam mendukung pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Provinsi Lampung. (ril)

RELATED NEWS