BPS: Ekspor Indonesia April 2022 Naik 47,46 Persen

Yunike Purnama - Rabu, 18 Mei 2022 12:08
BPS: Ekspor Indonesia April 2022 Naik 47,46 PersenBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor April 2022 mengalami peningkatan sebesar 47,46 persen atau mencapai USD 27,32 miliar. (sumber: pelindo.co.id)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor April 2022 mengalami peningkatan sebesar 47,46 persen atau mencapai USD 27,32 miliar secara year-on-year (YonY) dibanding April 2021.

Begitu juga jika dibandingkan secara bulanan atau mont-to- month (mom) yang naik 3,11 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan peningkatan nilai ekspor pada April 2022 lebih rendah dari peningkatan ekspor pada bulan kemarin, yaitu mencapai 29,43 persen mtm.

"Polanya sama kalau kita perhatikan di 2021 April juga lebih rendah dibanding Maret. Jadi dengan melihat perkembangan ekspor secara month to month kita bisa melihat bagaimana pertumbuhan ekspor ini dari bulan ke bulan," ujar Margo dalam konferensi pers virtual Selasa, 17 Mei 2022.

Margo menjelaskan peningkatan ekspor ini didorong oleh peningkatan ekspor baik minyak dan gas (migas) maupun non migas.

Tercatat ekspor migas pada April 2022 sebesar USD 1,43 miliar atau naik 2,01 persen mtm dari capaian nilai ekspor migas pada bulan Maret 2022 yang sebesar USD 1,41 miliar.

Kemudian, ekspor non migas tercatat USD 25,89 miliar atau naik 3,17 persen mom dari Maret 2022 yang sebesar USD 25,08 miliar.

Selanjutnya, menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2022 naik 29,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Selain itu, ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 11,94 persen, dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 106,29 persen.

Ekspor nonmigas April 2022 terbesar, yakni ke Tiongkok USD 5,49 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar USD 2,46 miliar dan Jepang sebesar USD 2,24 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,37 persen.

Lebih lanjut, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 5,44 miliar dan USD 2,02 miliar. (*)

Editor: Yunike Purnama
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS