PGN Perluas Akses Gas Bumi di Sleman Lewat Inovasi CNG Clustering
Eva Pardiana - Senin, 22 Juni 2026 11:21
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung (tengah) didampingi Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto dan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra, berinteraksi dengan pelanggan jargas CNG di Sleman, Yogyakarta (19/6/2026). (sumber: PGN)YOGYAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperluas akses gas bumi bagi masyarakat melalui inovasi Compressed Natural Gas (CNG) Clustering. Melalui skema tersebut, masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini dapat menikmati layanan jaringan gas (jargas) yang aman, andal, dan efisien untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Implementasi CNG Clustering di Sleman menjadi proyek percontohan (showcase) pengembangan jargas berbasis gas bumi non-pipa di Indonesia. Proyek ini turut ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam kunjungan kerja pada Jumat (19/6).
Yuliot mengapresiasi kesiapan PGN dalam mengimplementasikan jargas berbasis CNG di Sleman. Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih, efisien, dan berasal dari sumber daya domestik guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029 menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah (SR) per tahun melalui berbagai skema pendanaan.
“Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi bagi ibu rumah tangga karena lebih praktis dan aman. Sementara bagi pemerintah, hal ini dapat mengurangi konsumsi LPG bersubsidi serta menekan beban subsidi dan impor LPG,” ujar Yuliot.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyambut baik kunjungan Wakil Menteri ESDM dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM serta para pemangku kepentingan atas dukungan terhadap implementasi CNG Clustering di Sleman.
Menurut Arief, keberhasilan proyek tersebut membuktikan bahwa skema CNG Clustering dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah yang belum terhubung dengan jaringan pipa transmisi gas utama. Melalui sistem ini, gas bumi dapat didistribusikan secara aman dan andal ke jaringan distribusi rumah tangga.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan karena CNG bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir dengan aman ke rumah tangga. Dengan pengawasan ketat dan teknologi Pressure Regulating System (PRS) yang andal, aliran gas bumi dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari,” kata Arief.
Ia menambahkan, kehadiran jargas tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor energi dan beban subsidi negara.
Hingga saat ini, PGN telah membangun lebih dari 4.500 sambungan rumah di Sleman dengan jaringan distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer. Rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan jargas di wilayah tersebut mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan, setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulan.
PGN juga berencana memperluas pemanfaatan jargas tidak hanya untuk sektor rumah tangga, tetapi juga sektor usaha, termasuk UMKM, restoran, hotel, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam pengembangan layanan beyond pipeline, PGN bersinergi dengan anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), yang memiliki pengalaman dalam distribusi gas non-pipa. Saat ini, PGN melalui Gagas mengelola 14 SPBG/Mother Station dan empat Mobile Refueling Unit (MRU) yang melayani kebutuhan CNG di sektor transportasi, komersial, dan industri di berbagai daerah.
Salah satu pelanggan komersial pengguna CNG di Yogyakarta adalah Rumah Makan Payakumbuah dengan konsumsi gas sekitar 2.000 hingga 2.300 meter kubik. Penggunaan CNG dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya energi hingga 30–33 persen dibandingkan sumber energi sebelumnya.
“PGN memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti CNG dan LNG. Sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap mendukung pemerintah dalam mengembangkan pemanfaatan CNG yang tepat sasaran serta berkontribusi terhadap target diversifikasi energi nasional. Melalui sinergi yang erat, kami berkomitmen memastikan manfaat gas bumi dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Arief.

