Lubang Ozon di Antartika Mulai Mengecil

Yunike Purnama - Minggu, 22 Oktober 2023 16:49
Lubang Ozon di Antartika Mulai MengecilIlustrasi (sumber: Ist)

BUMI kita memiliki perisai alamiah yang sangat berharga, perisai tersebut bias akita kenal sebagai lapisan ozon. Lapisan ini terletak di stratosfer, yang berada diantara 15 hingga 35 kilometer di atas permukaan bumi. 

Lapisan Ozon memiliki peran penting dalam menjaga kita dari dampak berbahaya radiasi ultraviolet (UV). Namun, selama beberapa dekade terakhir, telah muncul kekhawatiran tentang perubahan dan kerusakan yang terjadi pada lapisan ozon.

Selama tiga dekade terakhir, negara-negara di seluruh dunia telah bergandengan tangan dalam upaya mengurangi serta menghentikan penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat merusak ozon, seperti klorofluorokarbon (CFC) dan bahan kimia perusak ozon (ODC) lainnya. Meskipun ada upaya dari berbagai kalangan untuk melindungi lapisan ozon, masih menjadi sebuah pertanyaan, apakah tindakan pencegahan yang dilakukan ini telah berhasil dalam memulihkan kondisi lapisan ozon yang terganggu.

Pada tahun 1980-an dan awal 1990-an, pengamatan satelit dan perangkat lainnya menunjukkan informasi yang mengkhawatirkan. Terjadi fenomena melebarnya lubang yang ada pada ozon di Antartika yang semakin membesar dari waktu ke waktu. 

Fenomena serupa juga mulai muncul di wilayah Kutub Utara, sementara kadar ozon di seluruh dunia menurun hingga sekitar 5%. Situasi ini memicu keprihatinan di seluruh dunia, mengingat pentingnya lapisan ozon sebagai perisai yang melindungi kita dari radiasi UV yang berbahaya.

Pada tahun 1987, mayoritas negara di dunia sepakat untuk menandatangani Protokol Montreal yang mengatur penggunaan zat-zat yang dapat merusak lapisan ozon. Protokol ini merupakan tonggak penting yang memungkinkan upaya bersama untuk mengurangi produksi dan penggunaan CFC, yang merupakan salah satu penyebab utama penurunan kadar ozon. 

Berbagai pertemuan yang diadakan dalam dekade-dekade berikutnya berhasil menghasilkan amendemen-amendemen yang bertujuan untuk mengendalikan penggunaan berbagai bahan kimia perusak ozon lainnya. 

Pada tahun 2014, Kabar baik muncul ketika para ilmuwan mendeteksi peningkatan kecil jumlah kadar ozon di stratosfer setelah lebih dari dua puluh tahun mengalami pelebaran lubang ozon. Temuan ini juga disertai dengan bukti penurunan sekitar 10-15% dalam kadar bahan kimia perusak ozon di atmosfer. 

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan peningkatan terus-menerus dalam kadar ozon. Selain itu ilmuwan juga mengamati penyusutan lubang ozon di Antartika hingga setengah ukuran benua Amerika Serikat antara tahun 2000 dan 2015.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan ozon akan pulih sepenuhnya antara tahun 2040 dan 2070. Fenomena ini mengisyaratkan bahwa kerja sama global dan tindakan tegas pencegahan kerusakan ozon akibat aktifitas manusia memiliki peran kunci dalam mengatasi ancaman serius terhadap alam kita. 

Pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam upaya pelestarian lingkungan, yang menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan komitmen, kita dapat menjaga dan melindungi lapisan ozon yang melindungi kehidupan di bumi.(*)

Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS