Dekan FDIK UIN RIL Jadi Narasumber FGD Penelitian MoRA
Eva Pardiana - Sabtu, 31 Oktober 2026 07:24
Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Dr. Faizal, M.Ag., menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang merupakan rangkaian penelitian yang didanai MoRA The AIR Funds (Ministry of Religious Affairs - The Awakened Indonesian Research Funds Program). (sumber: Dok. Panitia)PESAWARAN – Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Dr. Faizal, M.Ag., menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang merupakan rangkaian penelitian yang didanai MoRA The AIR Funds (Ministry of Religious Affairs - The Awakened Indonesian Research Funds Program). MoRA merupakan program pendanaan riset kolaboratif hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
FGD tersebut berlangsung di Aula Rumah Potong Unggas Pondok Pesantren Minhadul Ulum, Tegineneng, Pesawaran, Lampung, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh tim penelitian yang diketuai Prof. Dr. Erina Pane, M.Hum., dengan anggota Dr. Siti Wuryan, M.Kom.I., Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I., dan Sri Wahyuni, M.Sos. Penelitian ini mengangkat judul “Model Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat Islam Berkelanjutan di Indonesia: Integrasi Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Transformasi Sosial sebagai Dasar Penyusunan Roadmap Kebijakan Kementerian Agama.”
Selain Prof. Faizal, FGD ini juga menghadirkan narasumber ahli yaitu Pimpinan Pondok Pesantren Minhadul Ulum, Dr. H. Amin Udin El Hady, M.Pd., serta dihadiri oleh para pimpinan dan pengasuh pondok, mitra pondok, alumni, kepala desa, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Dalam pemaparannya, Faizal menyampaikan bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan membutuhkan identifikasi potensi lokal yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat di sekitar pondok.
Sementara itu, Amin Udin mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Minhadul Ulum yang berdiri sejak tahun 1997 tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki berbagai unit usaha untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Beberapa unit usaha tersebut antara lain Bank Wakaf Mikro, Rumah Potong Unggas, Paguyuban Kantin, serta toko retail. (*)

