Harga Obligasi Negara Turun, Investor Disarankan untuk Beli

Yunike Purnama - Rabu, 03 Maret 2021 15:41
Harga Obligasi Negara Turun, Investor Disarankan untuk BeliIlustrasi. (sumber: Pixabay)

Kabarsiger.com - PT Bahana TCW Investment Management menyarankan membeli Surat Berharga Negara (SBN) pada saat ini. Pasalnya, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi negara Amerika Serikat (US Treasury Bond/T-Bond) sepanjang pekan lalu telah mendorong kenaikan yield SBN.

Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi Bahana TCW Budi Hikmat mengatakan, T-bond sempat melesat hingga 1,52 persen. Ini level tertinggi sejak awal Februari 2020 yang memicu koreksi harga SBN di berbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia.

Kenaikan yield T-bond tersebut merefleksikan kepercayaan pasar akan pemulihan ekonomi Amerika Serikat sehingga berpotensi memicu inflasi. Penguatan ekonomi di negeri Paman Sam juga telah ditunjukkan dengan kenaikan upah yang tumbuh 5,4 persen secara tahunan (yoy) di Januari 2021 dan kenaikan harga properti 10,86 persen (yoy).

"Dengan harga penjualan rumah yang masih bisa naik dan kenaikan upah di masa pandemi, menunjukkan perekonomian Amerika menguat, apalagi bila vaksinasi sukses. Inilah yang melandasi kenaikan yield T-bond. Dan ini kabar baik untuk aset seperti saham," kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Budi mengatakan, pihaknya juga mencermati langkah Bank Indonesia (BI) dalam melakukan pengendalian di pasar sekunder untuk pertama kalinya pada 2021. Sejak pandemi, BI memang fokus dalam menstabilkan pasar obligasi, terutama di pasar sekunder.

Kendati asing melakukan take profit di pasar obligasi, Bahana TCW selaku anak usaha Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) melihat masih positif mengingat arus dana asing masih mengalir sebesar Rp2,5 triliun sepanjang 2021 (ytd).

"Mencermati koreksi yield SBN yang melonjak hingga mendekati 6,6 persen, kami merekomendasikan agar investor dapat mengambil peluang untuk berinvestasi di pasar obligasi selain berinvestasi dalam saham," sarannya.

Adapun, Bahana TCW memproyeksikan yield obligasi negara berada di level 5,8 persen pada akhir tahun.

"Investor domestik kini memiliki pilihan untuk membeli SBN di pasar primer melalui lelang dan atau membeli di pasar sekunder yang harganya lagi jatuh," pungkasnya.
(*)

Bagikan:
Yunike Purnama

Yunike Purnama

RELATED NEWS