Desember 2020, Lampung Inflasi 0,66 Persen

KabarSiger 4 Jan 2021, By Redaksi
Desember 2020, Lampung Inflasi 0,66 Persen Tembakau salah satu kelompok komoditas penyumbang inflasi terbesar di Provinsi Lampung. (Wikipedia)

Kabarsiger.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mendata pada Desember 2020, IHK Lampung mengalami peningkatan indeks dari 105,66 pada November 2020 menjadi 106,36 pada Desember 2020, dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,66 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar memaparkan, berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) Desember 2020 mengalami inflasi sebesar 2,00 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) Desember 2020 terhadap Desember 2019 adalah sebesar 2,00 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,28 persen; kelompok transportasi 0,42 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,10
persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,07 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,05 persen.

Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 1,16 persen; yang diikuti oleh kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar0,02 persen.

Sementara, kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok
pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran relatif stabil atau tidak mengalami perubahan indeks harga.

"Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Desember 2020, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,67 persen, dan Kota Metro sebesar 0,51 persen," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/1/2021).

Untuk Inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-29 dan Kota Metro peringkat ke-41 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya.

Dari 90 kota IHK, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen, dan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen.

Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,26 persen, dan deflasi terendah terjadi di Ambon sebesar 0,07 persen.(*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama